NEWSTICKER
Mundurnya Mahathir Mohamad dari kursi perdana menteri, membuat Malaysia dalam kekacauan politik. Foto: The Star
Mundurnya Mahathir Mohamad dari kursi perdana menteri, membuat Malaysia dalam kekacauan politik. Foto: The Star

Skenario Penentu Kekuasaan di Malaysia

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad
Fajar Nugraha • 24 Februari 2020 17:41
Petaling Jaya: Koalisi penguasa pemerintahan Malaysia, Pakatan Harapan dilanda perpecahan. Keputusan Perdana Menteri Mahathir Mohamad makin membuat kondisi tak menentu.
 
Pertarungan kini berada di Parlemen Malaysia. Sebelumnya beberapa pihak di Partai Keadilan Rakyat (PKR),-yang berada di Pakatan Harapan,- dianggap sebagai otak upaya pembentukan koalisi baru.
 
Baca: Enggan Bekerja Sama dengan UMNO, Alasan Mahathir Mundur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun koalisi baru itu diatur bersama mantan Wakil Ketua PKR Azmin Ali, Presiden Partai Bersatu Muhyiddin Yassin, serta UMNO dengan diikuti oleh Partai PAS dan Gabungan Parti Sarawak.
 
Koalisi Pakatan Harapan harus menguasai suara mayoritas 112 untuk membentuk pemerintah. Sementara Parlemen Malaysia diisi oleh 222 suara.
 
Sebelum kemelut muncul, koalisi Pakatan Harapan bersama dengan rekannya Partai Warisan dan United Progressive Kinabalu Organisation (UPKO) menguasai 130 kursi parlemen. Tetapi dengan kondisi saat ini, ada beberapa skenario yang dipaparkan oleh The Star, Senin, 24 Februari 2020.
  1. Ketika Partai Bersatu keluar dari koalisi, Pakatan tersisa 113 kursi. Tetapi mereka masih menguasai pemerintah.
  2. Jika Partai Bersatu dan beberapa anggota parlemen yang setia kepada Azmin Ali keluar dari koalisi, Pakatan akan memiliki 101 kursi dan kehilangan kekuasaan pemerintahan.
  3. Keputusan Bersatu untuk keluar dengan pengikut Azmin dan juga Warisan serta Upko, maka membuat Pakatan menyisakan 91 kursi. Jelas Pakatanan Harapan bisa bubar jalan.
  4. Jika Partai Bersatu bersama pengikuti Azmin Ali, membentuk koalisi bersama UMNO, PAS, Gabungan Parti Sarawak maka akan terbentuk koalisi dengan 123 kursi. Ini cukup untuk membentuk pemerintahan.
Baca: Mahathir Mundur, Drama Politik Berlangsung di Malaysia.
 
Kini Pakatan Harapan tampaknya harus bekerja keras untuk meyakinkan bahwa koalisi mereka masih kuat. Mahathir yang mundur dari perdana menteri, turut mengundurkan diri sebagai anggota Partai Bersatu.
 
Kondisi ini membuat koalisi Pakatan Harapan yang ditinggalkan Partai Bersatu hanya memiliki 92 kursi di parlemen. Angka tersebut tentu jauh dari 112 suara mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif