Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)
Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)

Pakistan Tuduh India Rencanakan Agresi Militer

Internasional india konflik india-pakistan pakistan konflik kashmir
Willy Haryono • 08 April 2019 06:34
Multan: Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengklaim pemerintahannya memiliki data intelijen terpercaya yang mengindikasikan India berencana melancarkan agresi militer ke negara tetangganya itu bulan ini.
 
India merespons Qureshi, dan menyebut tudingan tersebut hanyalah bentuk "histeria peperangan" Pakistan.
 
Hubungan dua negara pemilik senjata nuklir itu merosot drastis usai terjadinya bom bunuh diri di Kashmir yang menewaskan 40 personel keamanan India. Jaish-e-Mohammed mengklaim bertanggung jawab atas serangan, dan India menuduh Pakistan mendukung grup militan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pakistan membantah terlibat dalam serangan di Kashmir. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menawarkan India untuk bekerja sama menginvestigasi serangan tersebut, namun India menolaknya.
 
Berbicara kepada awak media di kota Multan, Qureshi mengatakan bahwa beberapa duta besar anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Islamabad telah diinformasikan mengenai "rencana India" dua hari lalu.
 
"Kami memiliki data intelijen terpercaya bahwa India merancang skema baru dan rencana tersebut sedang berjalan. Ada kemungkinan agresi terhadap Pakistan berlangsung antara 16 dan 20 April," tutur Qureshi, dilansir dari laman AFP, Minggu 7 April 2019.
 
"Saya bertanggung jawab atas ucapan ini. Saya tahu setiap ucapan saya akan dimuat di sejumlah kantor berita internasional," sambung dia, menekankan bahwa pernyataannya bukan sesuatu yang tak berdasar.
 
Qureshi mengatakan rencana agresi India ini bertujuan "meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Pakistan."
 
Dalam pernyataan di Twitter, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar membantah pernyataan Qureshi yang dinilai "tidak bertanggung jawab."
 
"Menteri (Qureshi) ingin melancarkan histeria perang di kawasan. Tindakan ini sepertinya adalah seruan kepada para teroris yang berbasis di Pakistan untuk melancarkan aksi teror di India," ungkap Kumar.
 
"Sebaiknya Pakistan segera mengambil langkah tegas kepada para militan, dan tidak membuat pernyataan histeris yang dapat menyamarkan isu utama di kawasan," lanjut dia.
 
Kashmir terbagi antara India dan Pakistan sejak berakhirnya masa kolonial Inggris pada 1947. Hingga saat ini, India dan Pakistan sama-sama mengklaim keseluruhan Kashmir.
 
Baca:India Tuduh Pakistan Langgar Gencatan Senjata di Kashmir
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif