Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. (Foto: AFP)
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. (Foto: AFP)

Raja Thailand Cabut Penghargaan Kerajaan Mantan PM

Internasional politik thailand thailand raja thailand
Arpan Rahman • 31 Maret 2019 18:18
Bangkok: Raja Thailand Maha Vajiralongkorn telah mencabut penghargaan kerajaan yang pernah diberikan kepada mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Pencabutan disebutkan dalam Dokumen Kerajaan Thailand tertanggal Sabtu 30 Maret.
 
Perintah raja dikeluarkan kurang dari satu pekan usai partai pro Thaksin, Pheu Thai, bersaing ketat dengan partai pro junta militer dalam pemilihan umum nasional. Komisi Pemilihan Umum Thailand belum mengumumkan hasil resmi pemilu.
 
Pencabutan penghargaan kerajaan dapat mendiskreditkan Thaksin dan mungkin juga partai Pheu Thai. Ini dikarenakan di kalangan mayoritas masyarakat Thailand, raja adalah sosok absolut yang titahnya tidak terbantahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Monarki berada di atas politik di Thailand. Namun tradisi semacam itu hampir tercoreng bulan lalu, usai kakak dari Raja Vajiralongkorn menerima nominasi sebuah partai untuk maju sebagai perdana menteri.
 
Raja Vajiralongkorn bergerak cepat dan mengatakan nominasi tersebut "tidak pantas." Usai ucapan raja, sang kakak dan partainya didiskualifikasi KPU Thailand.
 
Titah raja untuk mencabut penghargaan kerajaan yang pernah disematkan kepada Thaksin dikeluarkan atas kasus korupsinya pada 2008. Pencabutan juga terkait Thaksin yang pernah melarikan diri dari Thailand untuk menghindari hukuman vonis dua tahun penjara.
 
"Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun mengeluarkan titah untuk mencabut penghargaan kerajaan. Ini dikarenakan Thaksin Shinawatra pernah divonis hukuman penjara oleh Mahkamah Agung dan juga terjerat tuduhan lainnya. Thaksin juga pernah melarikan diri, yang merupakan tindakan tak pantas," demikian tertulis di dokumen kerajaan Thailand, seperti dikutip dari laman Press TV, Minggu 31 Maret 2019.
 
Saat ditanya mengenai pencabutan ini, Kerajaan Thailand menolak berkomentar lebih jauh.
 
Sebelumnya, Thaksin menuding pemilu negaranya tahun ini dipenuhi kecurangan. Salah satu kecurangan itu diyakini Thaksin sengaja dirancang mempertahankan kekuasaan petahana, Jenderal Prayuth Chan-o-Cha.
 
Untuk pertama kalinya sejak kudeta 2014, Thailand melaksanakan pemilu pada 24 Maret.
 
Thaksin sempat digulingkan pada 2006. Hingga kini, ia masih menjadi tokoh penting dalam perlawasan menentang pemerintahan junta Thailand. Thaksin saat ini tinggal di Hong Kong.
 
Baca:Mantan PM Thailand Yakin Pemilu Dicurangi
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif