Para wartawan menunggu di markas Partai Phalang Pracharat. (Foto: AFP).
Para wartawan menunggu di markas Partai Phalang Pracharat. (Foto: AFP).

Yakin Menang, PPRP Akan Bentuk Pemerintahan Baru Thailand

Internasional thailand
Marcheilla Ariesta • 25 Maret 2019 16:51
Bangkok: Partai pro-tentara Thailand, Phalang Pracharat bertujuan untuk membentuk pemerintahan usai memenangkan pemilihan umum pertama usai kudeta pada 2014.
 
Juru bicara partai, Kobsak Pootrakool mengatakan kepada wartawan bahwa partainya berharap dapat mengumpulkan 251 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang memiliki 500 kursi untuk membentuk pemerintahan.
 
"Phalang Pracharat akan berbicara dengan pihak-pihak yang berpikiran sama, yang memiliki ideologi dan sudut pandang sama untuk memajukan negara, yang akan memakan waktu cukup lama," kata Kobsak, dilansir dari laman The Star, Senin 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, masih belum jelas kursi yang akan dimiliki Phalang Pracharat di DPR. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum hanya mengeluarkan 350 kursi untuk pemilu hari ini.
 
Partai pro militer unggul sementara dalam pemilihan umum di Thailand. Dengan 93 persen total suara yang sudah dihitung, Partai Phalang Pracharat (PPRP) mencapai angka 7,64 juta.
 
"Kami senang dengan hasil sementara ini," ucap Ketua PPRP Uttama Savanayana.
 
Baca:Partai Pro Militer Unggul Sementara di Pemilu Thailand
 
Berada di posisi kedua adalah partai Pheu Thai dengan 7,16 juta suara. Partai tersebut terkait dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang loyalisnya telah memenangkan semua pemilu sejak 2001.
 
PPRP memiliki target 126 kursi di majelis rendah untuk mengamankan jabatan PM. Jumlah tersebut diyakini bisa dengan mudah dilampaui.
 
Namun tidak jelas apakah partai Prayuth dapat membentuk pemerintahan koalisi dengan mudah, terlebih dengan Pheu Thai. Pheu Thai diyakini tidak akan bergabung dengan PPRP dan akan mencari koalisi dengan sejumlah partai lain.
 
Sejumlah kritikus menilai konstitusi baru yang dikenalkan junta akan memastikan militer Thailand tetap berpengaruh kuat, terlepas dari apapun hasil pemilu nanti. Tingkat keikutsertaan warga dalam pemilu kali ini diyakini mencapai angka tertinggi sejak 2011.
 
Lebih dari tujuh tujuh warga Thailand yang berusia 18 hingga 26 memiliki hak pilih. Sejumlah pengamat menilai suara milenial berpengaruh penting terhadap hasil pemilu Thailand.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif