NEWSTICKER
U Wa Lone (tiga kanan) dan U Kyaw Soe Oo (kiri) berfoto bersama keluarga masing-masing usai dibebaskan dari penjara di Yangon, Myanmar, 7 Mei 2019. (Foto: AFP/POOL/ANN WANG)
U Wa Lone (tiga kanan) dan U Kyaw Soe Oo (kiri) berfoto bersama keluarga masing-masing usai dibebaskan dari penjara di Yangon, Myanmar, 7 Mei 2019. (Foto: AFP/POOL/ANN WANG)

Myanmar: Pembebasan Jurnalis Reuters Demi Kepentingan Negara

Internasional kebebasan pers myanmar
Willy Haryono • 07 Mei 2019 14:44
Yangon: Pemerintah Myanmar telah membebaskan dua jurnalis kantor berita Reuters yang telah berada di balik jeruji besi selama lebih dari satu tahun.
 
Kedua reporter, U Wa Lone dan U Kyaw Soe Oo, ditangkap pada Desember 2017 saat sedang menyelidiki dugaan pembunuhan terhadap 10 pria dan anak-anak dari etnis Muslim Rohingya.
 
Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay mengonfirmasi bahwa kedua jurnalis tersebut telah dibebaskan. Keduanya menghirup udara bebas usai menerima amnesti dari Presiden Myanmar Win Myint.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah para petinggi mempertimbangkan kepentingan jangka panjang negara ini, dua jurnalis Reuters dibebaskan," ujar Zaw Htay, dilansir dari laman AFP, Selasa 7 Mei 2019.
 
Pada 23 April, Pengadilan tinggi Myanmar menolak banding Wa Lone dan Kyaw Soe. Pengacara keduanya telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung dengan alasan kurangnya bukti yang membuat Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan.
 
Tahun lalu, seorang polisi bersaksi di pengadilan bahwa sejumlah petugas keamanan telah sengaja 'menaruh' dokumen rahasia dalam barang bawaan kedua jurnalis untuk alasan penangkapan. Dalam persidangan, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo beberapa kali mengaku merasa dijebak oleh kepolisian Myanmar.
 
Pengadilan Tinggi Yangon sudah pernah menolak banding kedua jurnalis itu pada Januari lalu.
 
Vonis terhadap dua jurnalis Reuters dijatuhkan di tengah kritik dunia internasional kepada Myanmar atas permasalahan Rohingya yang tak kunjung rampung serta dugaan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar di Rakhine.
 
Baca:PBB: Pembersihan Etnis Berlanjut, Rohingya Tidak Bisa Pulang
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif