Baca juga: Bandara Hong Kong Batalkan 300 Penerbangan.
Pada pedemo pada Selasa 13 Agustus melakukan aksi duduk yang mengganggu yang melumpuhkan pusat transportasi Asia itu. Ratusan penerbangan dibatalkan pada setelah demonstran memblokade dua terminal.
Selama dua berturut-turut bandara tersebut menjadi target dalam peningkatan terbaru dari krisis politik 10 minggu yang telah mencengkeram pusat keuangan internasional.
Para pengunjuk rasa secara fisik memblokir para pelancong untuk mengakses penerbangan sepanjang sore. Mereka kemudian terlibat bentrok dengan polisi anti huru hara di luar terminal malam itu dan menyerahkan dua orang yang mereka tuduh sebagai mata-mata atau polisi yang menyamar.
Tetapi pada Rabu dini hari, sebagian besar pengunjuk rasa telah meninggalkan gedung dan penerbangan mulai dilakukan secara teratur.
Situs bandara menunjukkan lusinan penerbangan lepas landas semalam dan mendaftar ratusan lebih dijadwalkan untuk berangkat sepanjang Rabu, meskipun banyak yang tertunda.
Baca juga: Indonesia Keluarkan Imbauan Perjalanan ke Hong Kong.
“Meja check-in beroperasi dengan normal dan hanya segelintir pengunjuk rasa yang tersisa, kebanyakan dari mereka tidur,” ujar seorang wartawan AFP di terminal keberangkatan, Rabu, 14 Agustus 2019.
Tidak jelas apakah bandara akan ditargetkan kembali oleh para pedemo lagi pada Rabu malam. Protes pro-demokrasi Hong Kong adalah gerakan tanpa pemimpin yang dengan cepat memobilisasi orang banyak melalui media sosial dan aplikasi pengiriman pesan.
Para aktivis mengalihkan perhatian mereka ke bandara yang vital secara ekonomi setelah berminggu-minggu demonstrasi damai besar-besaran. Demo ini semakin banyak berujung pada bentrokan antara pedemo garis keras dan polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News