PM Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam KTT Kuala Lumpur, 19 Desember 2019. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
PM Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam KTT Kuala Lumpur, 19 Desember 2019. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)

Azmin Ali Klaim Selamatkan Mahathir dari Konspirasi

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad
Marcheilla Ariesta • 25 Februari 2020 12:47
Kuala Lumpur: Mantan Wakil Ketua Parti Keadilan Rakyat (PKR) Azmin Ali menegaskan bahwa ia bukanlah seseorang yang mengkhianati koalisi Pakatan Harapan. Bersama 10 mantan anggota PKR lainnya, Azmin menegaskan bahwa mereka hanya berusaha menyelamatkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dari konspirasi.
 
Azmin mengklaim aksi keluar dari koalisi Pakatan Harapan hanyalah sebuah "langkah proaktif" dalam mencegah konspirasi pihak tertentu yang ingin menjegal PM Mahathir di tengah masa jabatan.
 
"Kami meyakini bahwa memaksa perdana menteri untuk menyebutkan tanggal penyerahan (kekuasaan) adalah usaha jahat dalam menjadikannya sebagai 'seekor bebek yang payah,'" ucap Azmin, dilansir dari MalaysiaKini, Selasa 25 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ucapan Azmin diduga merujuk kepada Ketua PKR Anwar Ibrahim. Saat koalisi Pakatan Harapan berjaya dalam pemilihan umum 2018, Mahathir berjanji akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar setelah dua tahun berlalu.
 
"Langkah kami adalah untuk memastikan kepercayaan masyarakat dan komunitas investor terhadap stabilitas dan keberlanjutan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan status sosial ekonomi masyarakat, seperti yang tercantum dalam Visi Kemakmuran Bersama 2030," ungkap Azmin dan kelompoknya.
 
Menurut Azmin, langkahnya diperlukan demi menjaga stabilitas nasional di Malaysia. Ia menyebut pihak yang ingin menjegal PM Mahathir ini hanya mementingkan kekuasaan ketimbang memulihkan perekomian dan kesejahteraan rakyat.
 
Akhir pekan kemarin, Anwar mengatakan bahwa dia telah dikhianati oleh para rekan politiknya di koalisi Pakatan Harapan. Harapan untuk menjadi PM Malaysia menurutnya sudah pupus.
 
Kabar tersebut muncul di tengah spekulasi yang berkembang bahwa koalisi penguasa baru akan dibentuk yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan lainnya.
 
Baca:Partai Bersatu Tolak Pengunduran Diri Mahathir Mohamad
 
Namun, Anwar mengatakan Mahathir tidak berperan dalam masalah ini. Dia menambahkan jika pria 93 tahun itu dicatut namanya untuk membentuk koalisi baru tersebut.
 
Mahathir Mohamad, yang telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri, menurut Anwar tidak ada hubungannya dengan upaya untuk membentuk koalisi baru dengan oposisi.
 
Setelah menyerahkan surat pengunduran diri, Mahathir juga menyempatkan bertemu dengan Anwar Ibrahim. Bagi Anwar, pendirian Mahathir sangatlah jelas. Dia tidak akan bekerja sama dengan UMNO, yang selama ini dianggap Mahathir dipenuhi dengan korupsi.
 
Saat ini, Mahathir menjabat sebagai perdana menteri interim setelah ditunjuk Yang Dipertuan Agong XVI Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. Mahathir akan mengurus administrasi pemerintahan hingga perdana menteri dan kabinet baru dilantik.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif