Mahathir Mohamad mengundurkan diri dari jabatan PM Malaysia pada 24 Februari 2020. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Mahathir Mohamad mengundurkan diri dari jabatan PM Malaysia pada 24 Februari 2020. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)

Partai Bersatu Tolak Pengunduran Diri Mahathir Mohamad

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad
Marcheilla Ariesta • 25 Februari 2020 08:46
Kuala Lumpur: Anggota Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) menolak pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai ketua partai dan perdana menteri Malaysia. Mereka berjanji akan terus berada di belakang Mahathir dan mengusungnya menjadi pemimpin kembali.
 
Sekretaris Jenderal Partai Bersatu, Marzuki Yahya, mengatakan bahwa anggota dewan tertinggi partainya menyatakan dukungan secara bulat kepada Mahathir.
 
"Kami baru saja menyelesaikan pertemuan khusus di antara anggota partai senior. Di antara hal-hal yang kami bahas, kami selaku dewan tertinggi menolak surat pengunduran diri Tun Mahathir sebagai ketua partai," kata Marzuki, dilansir dari Channel News Asia, Selasa 25 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, semua anggota parlemen di Partai Bersatu juga akan terus mendukung Mahathir sebagai PM Malaysia.
 
Kemarin, Mahathir Mohamad mengundurkan diri sebagai PM Malaysia dan berhenti sebagai ketua Bersatu. Meski demikian, usai bertemu dengan Raja Malaysia Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Mahathir ditunjuk sebagai PM interim Malaysia.
 
Mahathir diminta untuk tetap mengurus administrasi Malaysia sampai ada perdana menteri sekaligus kabinet baru.
 
Pengunduran diri Mahathir terjadi dalam kurun waktu 24 usai beberapa rival Anwar di Pakatan Harapan mencoba membentuk pemerintahan baru bersama sejumlah tokoh oposisi.
 
Koalisi baru itu nantinya disebut-sebut akan mendepak Anwar dan hampir seluruh dari Partai Keadilan Rakyat (PKR). Usaha ini dilakukan demi mencegah Anwar menjadi PM baru di Malaysia, seperti yang telah dijanjikan Mahathir beberapa tahun lalu.
 
Anwar dan Mahathir dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis. Namun keduanya berbaikan menjelang pemilihan umum Malaysia pada 2018. Kala itu, Mahathir berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke Anwar.
 
Janji itu kemungkinan tidak akan terpenuhi, karena Mahathir mengundurkan diri dan koalisi Pakatan Harapan juga tidak lagi solid.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif