Jepang, Shibuya  Foto: Unplash/Jazael Melgoza
Jepang, Shibuya Foto: Unplash/Jazael Melgoza

Yen Terpuruk, Minat Liburan Warga Jepang ke Luar Negeri Menyusut

Annisa ayu artanti • 14 Juli 2026 16:56
Ringkasnya gini..
  • Lawatan warga Jepang ke luar negeri diperkirakan turun 8,8 persen akibat pelemahan yen dan biaya perjalanan yang meningkat.
  • Korea Selatan dan Taiwan menjadi destinasi favorit karena lebih dekat dan menawarkan biaya perjalanan lebih terjangkau.
  • Wisata domestik Jepang juga melambat seiring inflasi yang membuat masyarakat semakin selektif mengatur anggaran liburan.
Jakarta: Pelemahan nilai tukar yen mulai berdampak pada kebiasaan masyarakat Jepang saat berlibur. Tingginya biaya perjalanan membuat minat warga Negeri Sakura untuk bepergian ke luar negeri pada musim panas tahun ini menurun, sementara wisata domestik juga ikut melambat akibat tekanan inflasi.

Pelemahan Yen dan biaya liburan jadi faktor utama

Menurut agen perjalanan global asal Jepang JTB Corp seperti diberitakan Kantor Berita Kyodo dari Tokyo, Selasa, penurunan secara tahunan tersebut menjadi yang pertama sejak pemulihan pascapandemi covid-19 pada 2023.
 
Tingginya biaya perjalanan membuat para wisatawan menghindari destinasi jarak jauh seperti Amerika Utara dan Australia.
 
Namun, perjalanan domestik juga diprediksi lesu akibat masyarakat yang semakin berhemat di tengah inflasi, menurut proyeksi agen perjalanan tersebut untuk periode 15 Juli hingga 31 Agustus.

Rata-rata biaya yang dihabiskan oleh seorang wisatawan untuk satu kali perjalanan ke luar negeri diperkirakan naik 6,3 persen menjadi 323 ribu yen (sekitar dua ribu dolar AS).
 
Baca juga: Biaya Visa Jepang Naik Mulai Juli 2026, Simak 4 Tips Liburan Hemat dan Nyaman

Biaya bahan bakar tinggi berimbas ke wisatawan

Selain pelemahan yen, tingginya biaya tambahan bahan bakar pesawat akibat lonjakan harga avtur di tengah krisis Timur Tengah juga menambah beban pengeluaran wisatawan.
 
Mempertimbangkan hal tersebut, para wisatawan pun lebih memilih untuk berlibur ke destinasi terdekat dengan harga tiket pesawat terjangkau.
 
Menurut proyeksi JTB, Korea Selatan menjadi destinasi pilihan utama dengan 26,2 persen, kemudian disusul Taiwan sebesar 16,2 persen.
 
Sementara itu, jumlah kunjungan ke China diperkirakan anjlok separuhnya dari angka tahun lalu menjadi 10,1 persen sebagai imbas dari ketegangan hubungan antara Pemerintah Jepang dan China menyusul pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada November lalu terkait dukungannya terhadap Taiwan.
 
Jumlah perjalanan domestik diprediksi akan menurun sebesar 4,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 69 juta perjalanan, dengan rata-rata pengeluaran per orang diproyeksikan naik 3,2 persen menjadi 48.500 yen.
 
Kawasan Kanto di Jepang timur, yang juga mencakup Tokyo, diperkirakan menjadi destinasi domestik terpopuler dengan 19,0 persen, disusul kawasan Kinki di Jepang barat (14,9 persen), dan Hokkaido di wilayah utara (11,2 persen). Secara umum, tren menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih selektif dalam pengeluaran mereka.
 
"Kini semakin terlihat adanya kelompok masyarakat yang berupaya memangkas pengeluaran mereka, misalnya dengan mempersingkat durasi liburan, sementara di sisi lain ada kelompok yang tetap ingin mewujudkan liburan impiannya meskipun harus membayar lebih mahal," kata seorang petinggi JTB dilansir Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
 
Seperti diketahui, pada akhir Juni 2026, nilai tukar yen sempat anjlok melewati level 162 dan mendekati 163 per dolar AS. Posisi tersebut merupakan yang terendah dalam sekitar 39,5 tahun terakhir.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan