Jepang, Shibuya  Foto: Unplash/Jazael Melgoza
Jepang, Shibuya Foto: Unplash/Jazael Melgoza

Biaya Visa Jepang Naik Mulai Juli 2026, Simak 4 Tips Liburan Hemat dan Nyaman

Annisa ayu artanti • 07 Juli 2026 15:59
Ringkasnya gini..
  • Biaya visa Jepang resmi naik mulai 1 Juli 2026 sehingga wisatawan perlu menyiapkan anggaran lebih matang.
  • Itinerary realistis dan memilih transportasi yang tepat bisa membantu menghemat biaya liburan di Jepang.
  • Penundaan penerbangan, bagasi, dan biaya medis menjadi risiko perjalanan yang paling sering dialami wisatawan.
Jakarta: Minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Jepang terus meningkat setiap tahun. Mulai dari berburu kuliner, menikmati musim sakura, hingga menjelajahi destinasi ikonik seperti Tokyo dan Osaka, Negeri Sakura masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit.
 
Namun, mulai Juli 2026, wisatawan perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya pengajuan visa bagi wisatawan asing. Kenaikan ini menjadi salah satu pengeluaran tambahan yang perlu diperhitungkan sejak awal agar rencana liburan tetap nyaman dan sesuai budget.
 
Data Japan National Tourism Organization (JNTO) menunjukkan sebanyak 327 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Jepang sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau meningkat sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring meningkatnya tren tersebut, Allianz Utama Indonesia mengingatkan pentingnya mempersiapkan perjalanan secara matang agar liburan tidak terganggu oleh biaya tak terduga maupun risiko selama perjalanan.
 
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan mengatakan, saat merencanakan perjalanan, banyak orang fokus mencari tiket dengan harga terbaik atau menyusun itinerary yang padat. Padahal, pengalaman liburan yang nyaman juga ditentukan oleh seberapa matang persiapan yang dilakukan sejak sebelum keberangkatan. 
 
Selain melakukan riset mengenai destinasi dan menyusun anggaran, wisatawan juga perlu mempertimbangkan perlindungan yang tepat sebagai bagian dari persiapan. 
 
"Dengan begitu, wisatawan tidak hanya dapat mengoptimalkan waktu dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu, tetapi juga lebih siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan,” ujar Ignatius dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026.
 
Baca juga: Mau Kuliah di Jepang? Kamu Wajib Tahu 5 Aturan 'Tidak' di Negara Sakura Ini!

Berangkat dari pengalaman menangani berbagai klaim Asuransi Perjalanan, Allianz Utama merangkum empat pelajaran yang dapat membantu wisatawan, khususnya first-time traveler, mempersiapkan perjalanan ke Jepang dengan lebih matang.

Liburan yang nyaman dimulai dari itinerary yang realistis

Bagi banyak first-time traveler, mengunjungi destinasi ikonik seperti Tokyo Skytree menjadi salah
satu agenda utama. Namun, tidak sedikit wisatawan yang baru menyadari bahwa destinasi paling
populer belum tentu selalu memberikan pengalaman yang paling sepadan dengan biaya maupun waktu yang dikeluarkan. 
 
Pada musim liburan, antrean yang panjang dan kepadatan pengunjung
dapat mengurangi kenyamanan menikmati perjalanan. Padahal, Tokyo memiliki sejumlah observatorium gratis seperti Tokyo Metropolitan Government Building maupun Bunkyo Civic Center yang menawarkan panorama kota yang tidak kalah menarik.
 
Dengan meluangkan waktu untuk melakukan riset sebelum berangkat, wisatawan dapat menemukan alternatif destinasi yang lebih sesuai dengan preferensi, anggaran, maupun waktu yang dimiliki.

Jangan langsung membeli JR Pass tanpa menghitung rute perjalanan

Japan Rail Pass (JR Pass) selama ini dikenal sebagai pilihan praktis untuk bepergian antarkota di
Jepang. Namun, setelah adanya penyesuaian harga, JR Pass tidak selalu menjadi pilihan yang
paling ekonomis.
 
Bagi wisatawan yang hanya berkunjung ke beberapa kota atau melakukan satu kali perjalanan menggunakan Shinkansen, membeli tiket secara terpisah atau memanfaatkan regional pass justru dapat memberikan penghematan yang lebih besar. 

Biaya tersembunyi bisa membuat anggaran membengkak 

Selain tiket pesawat dan akomodasi, terdapat sejumlah biaya lain yang sering kali baru disadari saat proses perencanaan maupun ketika sudah berada di Jepang. 
 
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya pengajuan visa bagi wisatawan asing. Biaya single-entry visa meningkat dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen, sedangkan multiple-entry visa naik dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen.
 
Selain biaya visa, wisatawan juga perlu memperhitungkan pengeluaran lain seperti transportasi lokal, city tax hotel, biaya bagasi tambahan, hingga reservasi untuk beberapa atraksi wisata.
 
Menyusun anggaran secara lebih menyeluruh sejak awal dapat membantu menghindari pengeluaran yang tidak direncanakan selama perjalanan.

Klaim perjalanan menunjukkan bahwa risiko yang paling sering terjadi justru yang paling sering diabaikan

Selain mempersiapkan itinerary dan anggaran, wisatawan juga perlu mengantisipasi berbagai risiko yang dapat terjadi selama perjalanan. Berdasarkan data klaim Asuransi Perjalanan Allianz Utama sepanjang 2026, penundaan perjalanan menjadi klaim yang paling banyak diajukan nasabah dengan 2.123 kasus, diikuti perlindungan terhadap bagasi sebanyak 1.087 kasus, serta biaya medis dan biaya terkait medis di luar negeri sebanyak 579 kasus.
 
Khusus untuk perjalanan ke Jepang, Allianz Utama mencatat pola yang sedikit berbeda. Penundaan perjalanan tetap menjadi klaim terbanyak dengan 188 kasus, diikuti gangguan perjalanan dan kehilangan transportasi lanjutan sebanyak 106 kasus, biaya medis dan biaya terkait medis di luar negeri sebanyak 87 kasus, serta perlindungan terhadap bagasi sebanyak 84 kasus.
 
Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan yang paling sering dialami wisatawan bukanlah kejadian ekstrem, melainkan risiko yang cukup umum terjadi selama perjalanan. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan