Demonstran mendorong troli besi ke gedung parlemen Hong Kong, Senin 1 Juli 2019. (Foto: VIVEK PRAKASH / AFP)
Demonstran mendorong troli besi ke gedung parlemen Hong Kong, Senin 1 Juli 2019. (Foto: VIVEK PRAKASH / AFP)

Massa Pecahkan Kaca Gedung Parlemen Hong Kong

Internasional hong kong
Marcheilla Ariesta • 01 Juli 2019 20:43
Hong Kong: Kericuhan kembali pecah di Hong Kong. Massa menabrakkan troli logam dan berusaha memecahkan kaca jendela Gedung Parlemen pada Senin 1 Juli 2019.
 
Adegan kemarahan ini merupakan kelanjutan dari protes masyarakat atas pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang terjadi hampir sebulan ini. RUU tersebut memungkinkan pelaku kriminal diesktradisi ke daratan Tiongkok.
 
Untuk mencegah demonstran masuk ke gedung parlemen, polisi antihuru-hara dikerahkan. Mereka memukuli demonstran menggunakan tongkat dan menyemprotkan cairan merica untuk membubarkan massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akibat insiden ini, 13 petugas dibawa ke rumah sakit usai pengunjuk rasa melemparkan benda-benda yang berisi 'cairan tidak dikenal'.
 
"Selama blokade jalan dan penjagaan di Jalan Lung Wo, Jalan Tim Mei dan Jalan Harcourt oleh polisi, massa pendemo melemparkan benda-benda berisi cairan tak dikenal ke petugas polisi. Kejadian sekitar pukul 09.30," kata kepolisian Hong Kong dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia.
 
"Polisi di tempat kejadian terluka, dan di antara mereka beberapa mengalami kesulitan bernapas, dengan kulit yang membengkak dan gatal," imbuh mereka.
 
Otoritas Hong Kong mengutuk aksi kekerasan demonstran, dan menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
 
Tuntutan demonstran Hong Kong sejauh ini masih sama, yakni menuntut agar RUU Ekstradisi benar-benar disingkirkan. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam hanya menunda proses pengesahan RUU tersebut, bukan menghapusnya.
 
RUU ekstradisi dinilai demonstran berpotensi membuat pengaruh Tiongkok terhadap Hong Kong semakin menguat. Mereka khawatir nantinya Hong Kong akan menjadi seperti kota-kota lain di Tiongkok yang tidak memiliki kebebasan berekspresi. RUU ini mengatur mengenai seseorang yang terjerat kasus hukum untuk diekstradisi dan diadili di Tiongkok.
 
Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.
 
Baca:Tiongkok Tak Akan Izinkan Pemimpin Hong Kong Mundur
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif