Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam konferensi pers pada 15 Juni 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam konferensi pers pada 15 Juni 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Tiongkok Tak Akan Izinkan Pemimpin Hong Kong Mundur

Internasional hong kong
Sonya Michaella • 18 Juni 2019 09:31
Hong Kong: Demonstrasi warga Hong Kong dalam menolak rancangan undang-undang ekstradisi Tiongkok masih berjalan. Ruas utama jalanan Hong Kong masih dijejali oleh para demonstran dan aktivis.
 
Dalam seruannya, warga meminta pemimpin Hong Kong Carrie Lam untuk mundur. Namun, permintaan ini diyakini tidak akan terjadi karena Tiongkok tidak mengizinkannya.
 
"Meskipun pemimpin Lam ingin mundur dari posisinya saat ini, dia tidak akan pernah mendapatkan lampu hijau dari Tiongkok untuk melakukannya," kata seorang pejabat pemerintahan Hong Kong, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa 18 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia ditunjuk oleh pemerintah pusat, jadi jika dia ingin mundur, akan ada pertimbangan dan tingkat diskusi di tingkat daratan," lanjutnya, merujuk pada Tiongkok.
 
Pejabat anonim ini menambahkan, mundurnya Lam akan memperburuk krisis yang sedang terjadi di Hong Kong, terutama terkait hubungan dengan Tiongkok di masa mendatang.
 
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicaranya Lu Kang, mengaku akan terus mendukung Lam untuk memerintah sesuai aturan hukum.
 
Para pengunjuk rasa yang diperkirakan berjunlah sekitar 2 juta orang sempat memenuhi berbagai ruas jalan di Hong Kong pada akhir pekan kemarin. Demonstrasi masif itu terjadi sehari setelah Lam memutuskan menangguhkan sementara RUU Ekstradisi.
 
Beijing telah mendukung keputusan Lam untuk menunda RUU tersebut. Mereka memahami langkah Lam sebagai upaya untuk mendengarkan suara keluhan masyarakat demi menjaga stabilitas dan keamanan Hong Kong.
 
RUU ekstradisi dinilai demonstran berpotensi membuat pengaruh Tiongkok terhadap Hong Kong semakin menguat. Mereka khawatir nantinya Hong Kong akan menjadi seperti kota-kota lain di Tiongkok yang tidak memiliki kebebasan berekspresi. RUU ini mengatur mengenai seseorang yang terjerat kasus hukum untuk diekstradisi dan diadili di Tiongkok.
 
Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.
 
Baca:Aktivis Joshua Wong Desak Pemimpin Hong Kong Mundur
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif