medcom.id, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan akan adanya kampanye Indonesia untuk menggalang dukungan dalam pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
Dalam UN General Assembly (UNGA) atau Sidang Majelis Umum PBB (SU PBB) tahun ini, salah satunya Indonesia akan memfokuskan pencalonan dirinya di anggota tidak tetap DK PBB.
"Secara resmi peluncuran kampanye nanti di UNGA. Pemilihannya nanti pada 2017 sehingga masih punya cukup banyak waktu untuk galang dukungan," ungkapnya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).
Arrmanatha menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu Indonesia sudah melakukan pendekatan ke negara-negara untuk menggalang dukungan.
Untuk saingan Indonesia sendiri yang mencalonkan diri juga adalah Maladewa. Namun, Indonesia tak mau meremehkan kemampuan Maladewa sebagai lawannya dalam pencalonan.
"Cukup banyak yang mendukung, tapi kita juga tak boleh meremehkan saingan kita, Maldives. Meskipun dari Asia juga, Maldives juga negara aktif di dunia internasional," kata Direktur Multilateral Kemenlu, Hasan Kleib beberapa waktu yang lalu.
Indonesia sudah pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB sebanyak tiga kali, yaitu pada 1973-1974, 1995-1996 dan yang terakhir 2007-2008. (Baca: RI Galang Dukungan untuk Pencalonan Anggota Tidak Tetap DK PBB https://www.medcom.id/internasional/asia/yKX475aK-ri-galang-dukungan-untuk-pencalonan-anggota-tidak-tetap-dk-pbb).
Selain itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menjadi ketua delegasi RI UNGA di New York nanti juga akan berkampanye tentang restorasi gambut.
"Kita promosikan langkah-langkah yang kita lakukan di Indonesia dalam lestarikan lahan gambut," jelas Arrmanatha.
Kerja sama Indonesia terkait lahan gambut pun sudah banyak. Bagaimana Indonesia manfaatkan lahan gambut tak hanya untuk pelestarian tapi pencegahan kebakaran hutan.
"Kita share pengalaman kita terkait pengolahan gambut," jelasnya.
Tak hanya kampanye pencalonan keanggotaan tidak tetap Indonesia di DK PBB dan restorasi gambut, Indonesia pun akan berkampanye tentang keikut sertaan pria di dalam keseteraan gender.
"Akan ada official launch He For She yang kampanye meningkatkan keterlibatan pria dalam mewujudkan kesetaraan gender," ungkap Arrmanatha.
Presiden Joko Widodo merupakan salah satu duta Impact Champion dalam program ini. Selain Indonesia, Amerika Serikat, India dan Swedia pun turut serta.
Lewat kampanye yang disampaikan Wapres JK, Indonesia akan memberikan komitmen keseteraan gender untuk meningkatkan reperesentasi perempuan di parlemen, mengurangi kematian perempuan, akses kesehatan dan akhiri kekerasan perempuan.
10 negara salah satunya Indonesia, AS, India dan Swedia. Indonesia memberikan komit keseteraan gender untuk meningkatkan reperesentasi perempuan di parlemen kurangi kematian ibu akses kesehatan akhiri kekerasan perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News