Personel militer Korsel dan AS berada di desa Panmunjom di DMZ yang memisahkan dua Korea, 27 Juli 2017. (Foto: AFP/POOL/JUNG YEON-JE)
Personel militer Korsel dan AS berada di desa Panmunjom di DMZ yang memisahkan dua Korea, 27 Juli 2017. (Foto: AFP/POOL/JUNG YEON-JE)

Korut Tertarik dengan Undangan Trump untuk Bertemu di DMZ

Internasional korea utara ktt g20 Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 29 Juni 2019 11:30
Pyongyang: Korea Utara mengaku tertarik dengan undangan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Kim Jong-un untuk bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ). Namun sejauh ini, Korut belum menerima permintaan resmi dari AS.
 
Undangan disampaikan Trump saat dirinya tengah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang. Ia mengatakan membuka diri untuk bertemu Kim di DMZ, usai menyelesaikan agenda di KTT G20 dan bertolak ke Korea Selatan.
 
"Kami memandang (undangan Trump) sebagai sesuatu yang menarik, tapi kami belum menerima proposal resminya," ucap Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui di kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Sabtu 29 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menilai jika pertemuan DPRK-AS berlangsung di garis perbatasan seperti yang diinginkan Presiden Trump, maka akan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan personal antar kedua pemimpin dan mendorong kerja sama bilateral," sambung dia.
 
Jika Kim menerima tawaran Trump, maka pertemuan di DMZ akan menjadi kali ketiga antar keduanya. Sebelumnya, Trump telah bertemu Kim di Singapura dan juga Vietnam.
 
"Setelah sejumlah pertemuan yang sangat penting, termasuk dengan Presiden Xi dari Tiongkok, saya akan meninggalkan Jepang menuju Korea Selatan (bersama Presiden Moon). Saat di sana, jika Ketua Kim dari Korea Utara berkenan, saya siap bertemu di Perbatasan/DMZ untuk sekadar berjabat tangan dan mengucapkan halo," tulis Trump di Twitter.
 
Baca:Trump Terbuka untuk Bertemu Kim Jong-un di DMZ Korea
 
Tawaran mengejutkan ini muncul setelah komunikasi AS dan Korut relatif mandek usai dua pertemuan Trump dan Kim berakhir tanpa ada perjanjian apapun.
 
Setelah beberapa bulan relatif dingin, hubungan AS dan Korut mulai mencari saat Trump serta Kim saling bertukar surat pribadi. Hal tersebut memunculkan harapan akan adanya pertemuan ketiga antar kedua pemimpin tersebut.
 
DMZ adalah garis pemisah Korsel dan Korut usai berakhirnya Perang Korea 1950-53. Perang antara pasukan Korsel yang didukung koalisi AS melawan militer Korut dan Tiongkok berakhir dengan gencatan senjata.
 
"Karena dia (Trump) telah secara terbuka bersuara -- melalui surat dan hubungan personal -- saya rasa Kim akan pergi ke DMZ untuk bertemu Trump," tutur Harry J. Kazianis, Direktur Studi Korea dari Center for the National Interest.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif