Petugas keamanan bersiaga pada malam hari di Kolombo, Sri Lanka, 13 Mei 2019. (Foto: AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI)
Petugas keamanan bersiaga pada malam hari di Kolombo, Sri Lanka, 13 Mei 2019. (Foto: AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI)

Sri Lanka Bertekad Basmi Perusuh Anti-Muslim

Internasional Ledakan Sri Lanka
Arpan Rahman • 14 Mei 2019 15:06
Kolombo: Pemerintah Sri Lanka bertekad membasmi para perusuh anti-Muslim yang melakukan aksi perusakan bahkan pembunuhan di sejumlah wilayah. Gelombang kekerasan anti-Muslim ini meningkat sekitar tiga pekan usai terjadinya serangkaian bom bunuh diri di tengah momen Hari Raya Paskah pada 15 April.
 
Sejumlah masjid dan toko milik pengusaha Muslim di Sri Lanka telah dibakar kelompok perusuh. Seorang Muslim juga dilaporkan meninggal dunia usai diserang massa dengan senjata tajam.
 
Di beberapa kota, polisi menembakkan senjata ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para perusuh. Akibat kerusuhan ini, jam malam tetap diberlakukan di beberapa wilayah Sri Lanka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah keterangan di televisi, dilansir dari laman BBC, Selasa 14 Mei 2019, Kepala Kepolisian Sri Lanka Chandana Wickramaratne mengingatkan bahwa petugas keamanan akan menggunakan kekuatan penuh dalam merespons siapapun yang memicu kerusuhan.
 
Sementara Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyerukan semua pihak untuk tetap tenang. Ia menilai gelombang aksi kekerasan anti-Muslim ini menghambat investigasi serangan yang melanda sejumlah gereja serta hotel mewah pada 15 April.
 
Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom di Sri Lanka pada 15 April, yang menewaskan 258 orang.
 
Muslim di Sri Lanka berjumlah sekitar 10 persen dari total 22 juta penduduk. Kerusuhan anti-Muslim usai serangan 15 April berpusat di tiga distrik di utara ibu kota.
 
Di kota Kiniyama, jendela dan pintu sebuah masjid dirusak. Beberapa kitab suci Al-Quran juga dilemparkan perusuh ke lantai. Serangan itu dipicu sekelompok warga yang meminta petugas keamanan untuk menggeledah sebuah bangunan.
 
Sementara di kota Chilaw, beberapa masjid dan toko milik pengusaha Muslim diserang. Pemicu pertikaian adalah sebuah tulisan di media sosial Facebook yang dinilai memperkeruh suasana.
 
Seorang Muslim berusia 38 tahun yang mengunggah konten tersebut telah ditangkap karena dinilai memprovokasi terjadinya aksi kekerasan.
 
Korban tewas dalam kerusuhan ini ada di distrik Puttalam. "massa menyerang seorang pria dengan senjata tajam di bengkel miliknya," kata seorang polisi kepada kantor berita AFP.
 
"Ini merupakan kematian pertama dalam kerusuhan," sambung dia.
 
Insiden perusakan juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dibakar massa.
 
Baca:Pria Muslim Sri Lanka Tewas dalam Kerusuhan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif