Jam malam di Sri Lanka. (Foto: AFP)
Jam malam di Sri Lanka. (Foto: AFP)

Pascakerusuhan, Sri Lanka Perpanjang Jam Malam

Internasional Ledakan Sri Lanka
Sonya Michaella • 15 Mei 2019 11:30
Kolombo: Pemerintah Sri Lanka memperpanjang jam malam nasional usai gelombang kekerasan anti-Muslim pecah di negara tersebut. Gelombang kekerasan tersebut telah menewaskan seorang pria Muslim, yang ditikam pada Senin lalu. Beberapa toko milik pengusaha Muslim juga dibakar dalam aksi kekerasan tersebut.
 
Dilansir dari BBC, Rabu 15 Mei 2019, jam malam diberlakukan sejak Selasa 14 Mei 2019 mulai pukul 21.00 waktu setempat. Di bagian utara Kolombo, jam malam akan diberlakukan lebih lama karena kekerasan dikhawatirkan terus terjadi di sana.
 
Hingga saat ini, kepolisian Sri Lanka telah menangkap sekitar 60 orang termasuk pemimpin kelompok Buddha sayap kanan terkait kerusuhan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pria Muslim Sri Lanka Tewas dalam Kerusuhan
 
Ketegangan ini meningkat sejak pengeboman pada Minggu Paskah 21 April lalu di sejumlah gereja dan hotel mewah yang menewaskan setidaknya 250 orang dan melukai 500 orang lainnya.
 
Menanggapi kerusuhan itu, kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kolombo mendesak pemerintah Sri Lanka untuk mengejar para pelaku dan memastikan bahwa situasi aman terkendali.
 
Populasi umat Muslim di Sri Lanka hanya 10 persen dari 22 juta warga, yang sebagian besar adalah penganut Buddha Sinhala. Kekerasan ini pun mendorong pemerintah Sri Lanka mengumumkan keadaan darurat.
 
Kerusuhan tetap terjadi meski polisi telah memberlakukan jam malam di Sri Lanka. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan jam malam berfungsi mencegah kehadiran kelompok-kelompok tak dikenal yang ingin mengacaukan situasi keamanan negara.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif