Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton (kanan) mendengarkan keterangan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, 13 Mei 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton (kanan) mendengarkan keterangan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, 13 Mei 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Korut Sebut Penasihat Keamanan AS "Manusia Cacat"

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 27 Mei 2019 13:25
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengecam keras Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton yang menilai uji coba misil jarak pendek Pyongyang beberapa waktu lalu sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
 
Sabtu 25 Mei, Bolton menegaskan bahwa Korut "tidak diragukan lagi" telah melanggar resolusi DK PBB terkait peluncuran misil balistik. Namun ia juga berkukuh Washington masih membuka diri untuk melanjutkan dialog lebih lanjut.
 
Dialog denuklirisasi dua negara mandek usai dua Konferensi Tingkat Tinggi Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un berakhir tanpa kesepakatan. Setelah KTT di Vietnam pada Februari lalu, Korut pun memutuskan melakukan uji coba misil seperti yang pernah beberapa kali dilakukan sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengecam pernyataan Bolton mengenai uji coba misil, dengan mengatakan bahwa Pyongyang tidak pernah menerima larangan PBB mengenai teknologi balistik.
 
"Bolton mengatakan latihan militer rutin kami melanggar resolusi DK PBB. Itu adalah pernyataan yang benar-benar bodoh," ujar sang jubir, dalam laporan di kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Senin 27 Mei 2019.
 
Tanpa menyebutkan misil jarak pendek secara spesifik, jubir Kemenlu Korut mengatakan peluncuran terbaru mereka tidak mengancam negara manapun. "Melarang peluncuran dengan teknologi balistik sama saja seperti meminta kami untuk tidak melindungi diri sendiri," tegas dia.
 
Tidak berhenti sampai di situ, jubir Kemenlu Korut kemudian menyebut Bolton sebagai "maniak" yang membisikkan ide perang secara langsung ke telinga Trump. Ia menuding Bolton adalah salah satu pejabat AS yang ingin "menghancurkan perdamaian dan keamanan."
 
"Manusia cacat seperti itu harus disingkirkan secepat mungkin," ungkap jubir Kemenlu Korut.
 
Pernyataan terbaru Korut muncul beberapa menit usai Trump berkomentar mengenai hubungan Washington dengan Pyongyang. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Trump menyebut AS dan Korut sama-sama telah membangun "rasa penghormatan mendalam," dan dirinya yakin hal-hal baik akan terjadi antar kedua negara di masa mendatang.
 
Baca:AS Sebut Uji Coba Misil Jarak Pendek Korut Pelanggaran
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif