Ratusan senjata telah disita sejak serangkaian serangan di Sri Lanka pada 21 April 2019. (Foto: AFP)
Ratusan senjata telah disita sejak serangkaian serangan di Sri Lanka pada 21 April 2019. (Foto: AFP)

Sri Lanka Dorong Warga Serahkan Pedang dan Pisau Besar

Internasional Ledakan Sri Lanka
Willy Haryono • 05 Mei 2019 08:02
Kolombo: Pemerintah Sri Lanka mendorong masyarakat untuk menyerahkan pedang dan pisau besar sebagai bagian dari antisipasi serangan lanjutan usai terjadinya rentetan pengeboman pada 21 April.
 
Dilansir dari laman BBC, Sabtu 4 Mei 2019, kepolisian Sri Lanka mengatakan pisau yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari seperti memasak tidak perlu diserahkan ke petugas.
 
Ratusan senjata telah disita dalam operasi kepolisian Sri Lanka sejak April lalu. Lebih dari 250 orang tewas dalam serangkaian bom bunuh diri pada 21 April, yang terjadi di sejumlah gereja dan juga hotel mewah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Lanka menuduh dua grup militan lokal -- National Thowheed Jamath (NTJ) and Jamathei Millathu Ibraheem -- sebagai dalang di balik ledakan. Namun kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom bunuh diri di Sri Lanka.
 
Juru bicara kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekara mengatakan masyarakat juga didorong untuk menyerahkan "seragam polisi atau pakaian bercorak militer" ke aparat keamanan. Warga yang memiliki beberapa barang tersebut diminta segera menyerahkannya ke kantor polisi terdekat pada Sabtu atau Minggu 5 Mei.
 
Gunasekara tidak mengonfirmasi apakah polisi akan memberikan amnesti kepada mereka yang memberikan senjata dalam periode penyerahan tersebut.
 
Seruan agar masyarakat menyerahkan senjata adalah bagian dari investigasi pemerintah Sri Lanka. Presiden Maithripala Sirisena mengatakan bahwa sekitar 25 hingga 30 orang terkait pengeboman pada 21 April masih bebas berkeliaran.
 
"Kami telah mengidentifikasi anggota aktif grup (militan) dan saat ini kami sedang berusaha menangkap mereka semua," ujar Sirisena. Ia menambahkan bahwa pihaknya "belum menerima informasi apakah puluhan terduga militan yang berada di luar sana adalah pengebom bunuh diri."
 
Mengenai ISIS, Sirisena mengaku bisa jadi klaim grup tersebut memang benar, meski Sri Lanka menyalahkan NTJ atas pengeboman. "Memang sudah jelas karena usai serangan organisasi IS mengklaim bertanggung jawab," ujar Sirisena, menggunakan akronim lain dari ISIS.
 
Sirisena meyakini otoritas keamanan Sri Lanka akan "menghabisi terorisme" dan mengembalikan stabilitas menjelang pemilihan umum presiden pada akhir tahun ini.
 
"Pilpres tidak dapat ditunda, oleh karenanya saya akan mengembalikan stabilitas dan juga memberantas terorisme," tegas Sirisena.
 
Mayoritas korban tewas dalam pengeboman pada 21 April adalah warga Sri Lanka. Namun puluhan lainnya adalah warga asing, termasuk asal Inggris dan India.
 
Baca:Sri Lanka Kembali Terima Ancaman Bom
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif