Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix (tengah). (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix (tengah). (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

PBB Dukung Upaya RI Tambah Pasukan Penjaga Perdamaian Wanita

Internasional pasukan perdamaian indonesia-pbb
Marcheilla Ariesta • 26 Juni 2019 12:49
Jakarta: Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara pengirim personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terbanyak. Namun, banyak yang beranggapan kualitas para personel penjaga perdamaian untuk menjalankan misi Indonesia perlu ditingkatkan.
 
Baca juga: Kalla Sebut Misi Perdamaian PBB Perlu Dimodernisasi.
 
Oleh karena itu, digelar International Conference on 'Preparing Modern Armed Forces for Peacekeeping Operations in the 21st Century', di Jakarta. Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Joni Supriyanto mengatakan pertemuan ini dimaksudkan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman mengenai permasalahan krusial perlindungan korban konflik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harap kegiatan ini dapat menyamakan pandangan dan konsep visi, persepsi konstruktif bagi pelaksanaan Pasukan Penjaga Perdamaian di masa mendatang," ujar Letjen Joni di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Dia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggalang kerja sama regional global, untuk memberikan perlindungan kepada sipil dan personel medis dalam konflik dan perang.
 
Joni menuturkan Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang mengirimkan personel Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mengirimkan personel perempuan terbanyak dalam misi perdamaian ini.
 
Partisipasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia diapresiasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix. Dia mengatakan partisipasi Indonesia sangat membantu dalam menjaga perdamaian dunia.
 
"Indonesia akan menambahkan jumlah perempuan dalam misi perdamaian dan ini sangat penting bagi kami. Kami terus mendukung langkah Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia," tuturnya.
 
Meski demikian, imbuh Lacroix, peningkatan kualitas para personel penjaga perdamaian juga penting dilakukan. Untuk itu, dia senang dengan adanya kegiatan ini.
 
"Kita bisa berbagi pandangan kita dan bagaimana solusi untuk meningkatkan kualitas para personel ini," terangnya.
 
Data dari Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan Indonesia telah mengirimkan pasukan penjaga perdamaian sejak 1957. Saat ini, Indonesia menduduki posisi ke-8 dari 124 negara penyumbang personel terbesar dengan 3.080 personel, 106 diantaranya adalah perempuan.
 
Para penjaga perdamaian ini bertugas di delapan misi perdamaian PBB, diantaranya di Mali, Afrika Tengah, Sudan Selatan, wilayah Sahara, dan Kongo.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif