Salah satu helikopter buatan Lockheed Martin Corp Sikorsky./AFP
Salah satu helikopter buatan Lockheed Martin Corp Sikorsky./AFP

Batal Beli Helikopter Canggih AS, Taiwan: Harganya Terlalu Mahal

Internasional Amerika Serikat Tiongkok taiwan
Marcheilla Ariesta • 05 Mei 2022 17:47
Taipei: Taiwan memberi isyarat membatalkan rencana pembelian helikopter perang anti-kapal selam canggih baru dari Amerika Serikat (AS). Alasannya, harganya terlalu mahal.
 
Taiwan sebelumnya mengatakan berencana untuk membeli 12 helikopter anti-kapal selam MH-60R, yang dibuat oleh unit Lockheed Martin Corp Sikorsky.
 
Namun, media Taiwan melaporkan AS menolak pembelian barang tersebut karena tidak sesuai dengan kebutuhan pulau itu. Ketika ditanya parlemen terkait perubahan pembelian senjata AS oleh Taiwan, Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng menyebutkan kasus helikopter terlebih dulu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harganya terlalu tinggi, di luar kemampuan negara kita," katanya, dilansir dari AFP, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Sedangkan dua pembelian senjata lainnya juga telah ditunda. Keduanya yakni sistem artileri Howitzer Self-Propelled Medium M109A6, dan rudal anti-pesawat Stinger bergerak.
 
Stinger Raytheon Technologies sangat diminati di Ukraina, di mana mereka telah digunakan untuk melawan pesawat Rusia. Tetapi pasokan AS menyusut dan memproduksi lebih banyak senjata anti-pesawat menghadapi rintangan yang signifikan.
 
Baca juga: Televisi Taiwan Keliru Laporkan Adanya Serangan dari Tiongkok
 
Chiu mengatakan mereka telah menandatangani kontrak untuk Stingers dan membayarnya. Mereka, katanya, akan menekan Amerika Serikat untuk mengirimkannya.
 
"Kami tidak melihat penjualan senjata sebagai masalah sepele, dan kami memiliki rencana cadangan," imbuhnya tanpa penjelasan lebih lanjut.
 
Taiwan mengatakan, Amerika Serikat telah menawarkan alternatif untuk M109A6, termasuk peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin. Peluncur itu yang disebut Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, atau HIMARS.
 
Chiu mengatakan, mereka masih mempertimbangkan pilihan untuk itu.
 
Taiwan, yang diklaim oleh Tiongkok sebagai wilayahnya sendiri, sedang melakukan program modernisasi militer untuk meningkatkan kemampuannya dalam menangkis serangan Beijing, termasuk dengan senjata presisi seperti rudal.
 
Presiden Tsai Ing-wen memperjuangkan konsep 'perang asimetris', yang melibatkan pengembangan senjata berteknologi tinggi yang sulit dihancurkan dan dapat memberikan serangan presisi.
 
Para pejabat AS telah mendorong Taiwan untuk memodernisasi militernya sehingga dapat menjadi 'landak', yang sulit untuk diserang oleh Tiongkok.
 
Negeri Tirai Bambu telah meningkatkan modernisasi dan tekanan militernya sendiri terhadap Taiwan. Mereka berusaha memaksa pulau yang diperintah secara demokratis itu untuk menerima pemerintahan Beijing.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif