Jet tempur Taiwan kerap dikerahkan untuk menghalau Tiongkok. Foto: AFP
Jet tempur Taiwan kerap dikerahkan untuk menghalau Tiongkok. Foto: AFP

Televisi Taiwan Keliru Laporkan Adanya Serangan dari Tiongkok

Internasional Tiongkok taiwan tiongkok-taiwan
Fajar Nugraha • 20 April 2022 17:05
Taipei: Sebuah stasiun televisi yang didukung Pemerintah Taiwan meminta maaf, setelah secara keliru melaporkan serangan Tiongkok di Taipei pada Rabu 20 April 2022. Mereka meminta orang-orang untuk tidak panik di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Beijing.
 
Selama siaran berita langsung pada Rabu pagi, Chinese Television System secara keliru menunjukkan peringatan ticker berita di bagian bawah layar tentang kapal militer dan infrastruktur penting di dekat Taipei yang terkena rudal Tiongkok, menurut laporan media lokal.
 
Peringatan itu termasuk pesan-pesan seperti "perang bisa pecah", sebuah stasiun kereta api utama di Taipei dibakar oleh "agen-agen Tiongkok dan Presiden Taiwan menyatakan keadaan darurat”.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Warga, tolong jangan terlalu panik. Kami dengan ini mengklarifikasi informasi dan meminta maaf," kata seorang pembawa berita di buletin berita jaringan pada pukul 10.00 pagi, seperti dikutip Channel New Asia, Rabu 20 April 2022.
 
Dia mengatakan peringatan itu dimaksudkan untuk latihan dengan Pemadam Kebakaran di New Taipei City pada Selasa tetapi secara keliru ditampilkan pada Rabu pagi karena kesalahan teknis.
 
Tidak ada tanda-tanda kepanikan di Taipei setelah buletin yang tidak disengaja itu.
 
Tiongkok tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, dan telah meningkatkan kegiatan militer di dekatnya dalam dua tahun terakhir untuk menekan pulau itu agar menerima klaim kedaulatan Beijing.
 
Sementara Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak Rusia menginvasi Ukraina. Mereka waspada terhadap Tiongkok yang melakukan langkah serupa, meskipun pemerintah belum melaporkan tanda-tanda serangan akan segera terjadi.
 
Perang di Ukraina, yang disebut Rusia sebagai "operasi militer khusus", telah memicu perdebatan tentang implikasinya bagi Taiwan dan cara-cara untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti reformasi pelatihan tentara cadangan.
 
Pekan lalu, militer Taiwan merilis buku pegangan tentang pertahanan sipil untuk pertama kalinya, memberikan panduan kelangsungan hidup warga dalam skenario perang.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif