Ketua DPR AS Nancy Pelosi dalam kunjungan ke Korea Selatan pada Kamis, 4 Agustus 2022. (KIM Min-Hee / POOL / AFP)
Ketua DPR AS Nancy Pelosi dalam kunjungan ke Korea Selatan pada Kamis, 4 Agustus 2022. (KIM Min-Hee / POOL / AFP)

Korut Sebut Pelosi sebagai Perusak Perdamaian Internasional Terburuk

Marcheilla Ariesta • 06 Agustus 2022 15:26
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengecam Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, yang mendukung deterensi nuklir terhadap Pyongyang: Dukungan itu disampaikan Pelosi ketika mengunjungi Korea Selatan (Korsel).
 
Pelosi menemui Ketua Majelis Nasional Korsel, Kim Jin-pyo pada Kamis lalu. Keduanya menyerukan pencegahan senjata nuklir dan berjanji untuk mencapai denuklirisasi Korut.
 
Setelah pertemuan itu, Pelosi sempat singgah di perbatasan sepanjang 248 kilometer, Zona Demiliterisasi Korea (DMZ). Jalur yang melintasi Semenanjung Korea itu berfungsi sebagai zona penyangga antara Korut dan Korsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua Korea menggunakan area itu dalam keterlibatan diplomatik. Komando PBB dan Korut juga mengadakan perundingan militer di area yang dijaga ketat itu.
 
"(Pelosi) bahkan muncul di Area Keamanan Bersama Panmunjom, benar-benar mengkhianati visi kebijakan bermusuhan pemerintah AS saat ini terhadap kami," ujar Dirjen Departemen Pers dan Informasi di Kementerian Luar Negeri Korut, Jo Yong Sam, dikutip dari AFP, Sabtu, 6 Agustus 2022.
 
"AS hanya menambahkan bahan bakar ke api," tambah dia.
 
Pelosi menjadi pejabat tertinggi AS pertama yang mengunjungi Area Keamanan Bersama sejak mantan Presiden AS, Donald Trump.
 
Korut juga menggambarkan Pelosi sebagai "perusak perdamaian internasional." Menurut mereka, Negeri Paman Sam telah meluncurkan skema untuk meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
 
Pyongyang menganggap Pelosi turut membenarkan kebijakan AS yang bermusuhan terhadap Korut. "Pelosi, perusak perdamaian dan stabilitas internasional terburuk, telah menimbulkan kemarahan rakyat Tiongkok karena pesta makannya baru-baru ini ke Taiwan," tegas Jo.
 
"AS harus membayar konsekuensi atas semua sumber masalah yang ditimbulkannya ke mana pun ia pergi," lanjutnya.
 
Teguran tersebut menyusul pernyataan terkait dari Kim Jong-un. Kim mengumumkan bahwa negaranya siap memobilisasi kekuatan nuklir dalam mengatasi konflik militer mendatang dengan AS dan Korsel.
 
Sepanjang tahun ini, Korut telah meluncurkan uji coba senjata secara beruntun. Pyongyang bahkan menembakkan rudal balistik antarbenua dari jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.
 
Pelosi dalam kunjungannya ke Korsel menyatakan "keprihatinan atas situasi mengerikan dari ancaman Korea Utara yang semakin meningkat."
 
"Kami setuju untuk mendukung upaya kedua pemerintah untuk mencapai denuklirisasi praktis dan perdamaian melalui kerja sama internasional dan dialog diplomatik, berdasarkan pencegahan yang kuat dan diperluas terhadap Korea Utara," kata Pelosi dan Jin-pyo dalam pernyataan bersama mereka.
 
Pelosi tiba di Korsel pada Rabu lalu setelah memicu amarah Tiongkok usai perjalanannya ke Taiwan. Dalam kesempatan itu, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, tidak menemui Pelosi.
 
Yoon hanya mengadakan panggilan telepon dengan Pelosi. Ia menyampaikan janji untuk bekerja sama dengan Kongres AS.
 
Media Korsel berspekulasi bahwa Yoon sengaja menghindari pertemuan dengan Pelosi karena ingin memicu permusuhan dengan Beijing.
 
Baca:  Tiongkok Tangguhkan Dialog Militer dengan AS atas Kunjungan Pelosi ke Taiwan

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif