PM Pakistan Imran Khan. (Aamir QURESHI / AFP)
PM Pakistan Imran Khan. (Aamir QURESHI / AFP)

PM Pakistan Imran Khan Ingatkan Risiko Perang Saudara di Afghanistan

Internasional konflik afghanistan Taliban afghanistan taliban afghanistan pakistan Imran Khan
Marcheilla Ariesta • 22 September 2021 15:30
Islamabad: Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan risiko perang saudara di Afghanistan. Menurut PM Khan, hal itu bisa terjadi jika Taliban tidak dapat menjalankan pemerintahan inklusif.
 
"Jika mereka (Taliban) tidak memiliki pemerintahan yang inklusif, maka perang saudara dapat terjadi. Konflik dapat terjadi jika mereka tidak memasukkan semua faksi. Itu juga akan berdampak ke Pakistan," kata PM Khan kepada media BBC, Rabu, 22 September 2021.
 
Ia menambahkan, Pakistan juga khawatir mengenai kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan di Afghanistan. Jika itu terjadi, maka pengungsi Afghanistan tentu akan mencari perlindungan ke negara-negara tetangga, termasuk Pakistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, PM Khan juga khawatir tanah Afghanistan dapat digunakan sejumlah kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan ke Pakistan.
 
"(Afghanistan) tempat yang ideal untuk teroris," serunya.
 
Baca:  JK: Taliban-Afghanistan Tidak Akan Terlibat Perang Saudara
 
Pemerintah PM Khan telah berulang kali menyerukan dunia untuk terlibat dengan pemerintah sementara Taliban demi mencegah kemungkinan runtuhnya struktur negara tersebut.
 
Diperkirakan USD10 miliar dana bank sentral Afghanistan tetap dibekukan di rekening bank asing, terutama di Federal Reserve Amerika Serikat, menyusul pengambilalihan pemerintah oleh Taliban sebulan lalu.
 
Senin kemarin, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengulangi seruannya agar aset beku Afghanistan segera dicairkan agar lembaga-lembaga pemerintah di sana dapat terus berjalan.
 
"Saya pikir membekukan aset tidak akan membantu situasi. Saya mendesak kekuatan-kekuatan dunia untuk meninjau kembali kebijakan (pembekuan aset) dan mulai memikirkan pencairan," katanya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif