Seorang warga terduduk di reruntuhan bangunan yang hancur terkena misil di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu dini hari, 17 Oktober 2020. (AFP)
Seorang warga terduduk di reruntuhan bangunan yang hancur terkena misil di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu dini hari, 17 Oktober 2020. (AFP)

Azerbaijan Sebut Serangan Armenia Tewaskan 61 Warga Sipil

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 20 Oktober 2020 15:03
Baku: Azerbaijan mengklaim bahwa serangan artileri dan misil Armenia terhadap permukiman masyarakat sejak 27 September telah menewaskan sedikitnya 61 warga sipil dan melukai 282 lainnya. Menurut keterangan Kantor Jaksa Agung Azerbaijan, serangan Armenia juga telah menghancurkan 1.846 rumah, 90 apartemen, dan 341 bangunan publik.
 
Pertempuran terbaru antara Armenia dan Azerbaijan kembali meletus di zona konflik Nagorno-Karabakh pada 27 September. Armenia dan Azerbaijan sama-sama mengklaim sebagai pihak yang terlebih dahulu meluncurkan serangan.
 
Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata temporer yang dimediasi Rusia, namun berakhir gagal. Gencatan senjata terbaru telah disepakati belum lama ini, namun belum menurunkan ketegangan secara signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam dua serangan di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijan, misil Armenia dikabarkan telah menewaskan puluhan warga sipil. Dikutip dari laman Yeni Safak pada Selasa, 20 Oktober 2020, beberapa di antara korban tersebut adalah anak-anak.
 
Kamis kemarin, Azerbaijan menyebut Armenia telah menyerang sekelompok warga sipil yang sedang mengunjungi sebuah pemakaman di kota Terter. Empat orang dikabarkan tewas, dan empat lainnya terluka dalam serangan tersebut.
 
Nagorno-Karabakh diakui komunitas global sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dihuni masyarakat etnis Armenia. Menurut Azerbaijan, sekitar 20 persen wilayahnya -- termasuk Nagorno-Karabakh dan tujuh area sekitarnya -- telah diduduki Armenia secara ilegal.
 
Group Minsk dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) dibentuk pada 1992 untuk menyelesaikan konflik Armenia-Azerbaijan. Grup yang diketuai Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat itu berhasil mendorong gencatan senjata pada 1994.
 
Negara-negara besar dan organisasi internasional selama ini bersama-sama menyerukan kedua negara untuk mematuhi gencatan senjata, baik yang dimediasi Moskow maupun yang terbaru.
 
Baca:Azerbaijan Tuding Armenia Langgar Gencatan Senjata Terbaru
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif