Warga bersiap melakukan mudik Imlek di stasiun kereta api di Beijing, Tiongkok, 7 Januari 2022. (WANG Zhao / AFP)
Warga bersiap melakukan mudik Imlek di stasiun kereta api di Beijing, Tiongkok, 7 Januari 2022. (WANG Zhao / AFP)

Mudik Imlek Tiongkok Dimulai di Tengah Bayang-Bayang Covid-19

Willy Haryono • 07 Januari 2023 16:27
Beijing: Tiongkok pada Sabtu ini, 7 Januari 2023, memulai hari pertama "Chun Yun," periode mudik Tahun Baru Imlek yang biasanya berlangsung selama 40 hari ke depan. Mudik Imlek tahun ini di Tiongkok berlangsung di tengah bayang-bayang lonjakan kasus harian Covid-19.
 
Selain itu, mudik Imlek kali ini juga menjadi yang pertama dilakukan tanpa pembatasan perjalanan sejak era pandemi 2020.
 
Dalam sebulan terakhir, Tiongkok menghadapi lonjakan kasus harian Covid-19 usai pencabutan kebijakan "Nol-Covid." Banyak warga Tiongkok menyambut baik pencabutan, walau konsekuensinya adalah lonjakan infeksi, terutama di kalangan orang lanjut usia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip dari laman Al Arabiya News, para investor berharap pencabutan "Nol-Covid" ini pada akhirnya dapat menghidupkan kembali perekonomian Tiongkok yang babak belur dihantam pandemi sejak 2020.
 
Namun perubahan mendadak ini membuat sebagian orang dari total 1,4 miliar warga Tiongkok rentan terpapar Covid-19. Gelombang infeksi pun terjadi, dan membuat banyak rumah sakit serta krematorium di Tiongkok kewalahan.
 
Jumat kemarin, Kementerian Transportasi Tiongkok memperkirakan ada lebih dari 2 miliar orang yang akan melakukan mudik Imlek dalam 40 hari ke depan.
 
Sebagian warga antusias menyambut musim mudik Imlek tahun ini, walau ada juga sejumlah orang yang memilih untuk tidak pulang kampung.
 
"Saya tidak berani pulang kampung karena khawatir hanya akan membawa 'racun' ke sana," sebut seorang pengguna media sosial Weibo, merujuk pada Covid-19.
 
Terdapat kekhawatiran mudik Imlek tahun ini akan memicu lonjakan infeksi di sejumlah kota kecil dan pedesaan di Tiongkok, di lokasi di mana rumah sakit kurang dilengkapi fasilitas memadai.
 
Julian Evans-Pritchard, ekonom senior dari Capital Economics, mengakui adanya risiko lonjakan kasus Covid-19 di musim mudik Imlek tahun ini. Namun menurutnya, di kota-kota besar tempat berputarnya perekonomian, "situasi terburuk telah terlewati."
 
Ernan Cui, analis dari Gavekal Dragonomics di Beijing, juga melontarkan pernyataan senada, dengan mengatakan bahwa puncak penyebaran Covid-19 di banyak wilayah Tiongkok sudah berakhir.
 
Baca:  Tiongkok Minta WHO Bersikap Adil Melihat Kasus Covid-19 yang Meningkat
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif