Menlu Retno dalam pernyataan pers usai FMM G20 di Bali./Youtube MoFA Indonesia
Menlu Retno dalam pernyataan pers usai FMM G20 di Bali./Youtube MoFA Indonesia

Menlu Retno Harap G20 Jadi Jembatan Solusi Masalah Dunia

Marcheilla Ariesta • 08 Juli 2022 18:57
Bali: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan kembali rasa terima kasihnya atas kehadiran para menlu negara anggota G20 dan mitra di Foreign Minister Meeting (FMM) di Bali. Ini kali pertama para menlu G20 duduk bersama dalam satu ruangan.
 
"Keputusan para anggota dan undangan untuk menghadiri pertemuan secara fisik tidak akan dianggap enteng. Mereka memilih memakai upaya ekstra untuk tiba di sini," kata Retno dalam pernyataan pers di Bali, Jumat, 8 Juli 2022.
 
Retno lanjut mengapresiasi dukungan kuat para negara anggota yang hadir pada kepresidenan Indonesia di G20. Menurut Retno, kehadiran secara fisik ini juga memperlihatkan betapa kuat hubungan persahabatan mereka dengan Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kehadiran mereka merefleksikan komitmennya terhadap G20 yang relevan," imbuh Retno.
 
Baca juga: Menlu Rusia dan AS Satu Ruangan di G20
 
Retno menegaskan, sejak awal ia telah berkonsultasi dengan para menteri G20. Retno mengatakan, Indonesia berusaha keras menciptakan atmosfer yang nyaman bagi para peserta.
 
"Saya harap para peserta menggunakan pertemuan ini untuj membangun jembatan, bukan tembok, memperkuat kepercayaan daripada ketidakpercayaan, dan berkomitmen untuk berkolaborasi serta menjadi bagian dari solusi," katanya.
 
FMM G20 tahun ini menjadi tempat pertama Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken satu ruangan sejak perang di Ukraina terjadi. Selain itu, Indonesia juga mengundang sejumlah mitra yang mewakili negara berkembang dan berpenghasilan rendah, serta negara kepulauan.
 
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss terpaksa harus kembali ke negaranya setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan mundur dari jabatannya.
 
Pertemuan FMM G20 ini berfokus pada dua hal, yakni penguatan multilateralisme, dan krisis pangan serta energi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif