Bendera Korea Utara berkibar di salah satu gedung kedutaan besar. (AFP)
Bendera Korea Utara berkibar di salah satu gedung kedutaan besar. (AFP)

Korut Tuduh AS Berusaha Membentuk 'NATO Asia'

Willy Haryono • 03 Juli 2022 12:36
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengkritik perjanjian kerja sama militer antara Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Menurut Korut, perjanjian itu adalah bagian dari skema AS untuk membentuk aliansi militer seperti NATO di kawasan Asia.
 
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut kepada kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) pada Minggu, 3 Juli 2022.
 
"Realitas di lapangan memperlihatkan dengan jelas bahwa tujuan utama AS dalam menyebarkan rumor mengenai 'ancaman Korea Utara' adalah membuat sebuah alasan untuk membentuk supremasi militer di kawasan Asia Pasifik," ucap jubir tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Situasi saat ini semakin mendorong negara kami untuk memperkuat pertahanan dalam mengimbang lingkungan keamanan yang semakin mengancam," sambungnya.
 
Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol bertemu di sela KTT NATO pekan kemarin di Spanyol. Ketiganya sepakat bahwa kemajuan program rudal dan nuklir Korut merupakan ancaman serius bagi Semenanjung Korea, Asia Timur dan juga dunia.
 
Ketiga negara mengaku hendak mengeksplorasi langkah-langkah lanjutan dalam memperkuat "langkah pencegahan" terhadap Korut.
 
Sejak awal 2022, Korut telah melakukan uji coba senjata dalam intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. AS dan para sekutu meyakini bahwa Korut sedang mempersiapkan untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh.
 
"Kapabilitas pencegahan dari aliansi AS-Jepang dan Republik Korea harus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya esensial dalam memperkuat kemitraan trilateral," tutur Kishida.
 
Jepang dan Korsel menyepakati penguatan kerja sama trilateral ini meski keduanya sudah sejak lama bersitegang atas memori perang di masa lalu. Hubungan kedua negara memburuk saat Korsel dipimpin Moon Jae-in.
 
Yoon, presiden baru Korsel, kini mengekspresikan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Jepang. Kishida pun terlihat merespons keinginan tersebut dengan positif.
 
Baca:  Perkuat Pertahanan, Korut Tambah Rencana Aksi Militer untuk Pasukan Garis Depan
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif