Jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Foto: AFP
Jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Foto: AFP

AS Buru-buru Cari Jet Tempur F-35 yang Jatuh Sebelum Ditemukan Tiongkok

Fajar Nugraha • 27 Januari 2022 10:10
Washington: Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bergegas mencoba untuk mengangkat jet tempur paling canggih dari kedalaman Laut China Selatan. Ini adalah sebuah operasi yang sangat kompleks yang menurut para analis akan dipantau secara ketat oleh Tiongkok.
 
F-35C, pesawat tempur siluman bermesin tunggal dan jet terbaru dalam armada Angkatan Laut AS, mendarat darurat di kapal induk USS Carl Vinson selama operasi rutin pada Senin,” kata Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari 9 News, Kamis 27 Januari 2022.
 
“Jet perang senilai USD140 juta itu menabrak dek penerbangan kapal induk berbobot 90.000 ton dan kemudian jatuh ke laut saat pilotnya terlontar. Akibatnya pilot dan enam pelaut di atas Vinson terluka,” ujar kata pejabat Angkatan Laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: AS Siapkan Operasi Pengangkatan F-35 yang Jatuh ke Laut China Selatan.
 
Sementara kerusakan pada Vinson hanya dangkal, dan dan sayap udara kapal induk telah kembali beroperasi normal, Angkatan Laut menghadapi tugas berat untuk mencoba menarik F-35 dari dasar laut di beberapa perairan yang paling diperebutkan di planet ini.
 
Angkatan Laut memberikan sedikit rincian tentang rencana pemulihannya untuk F-35C, yang pertama hanya beroperasi pada 2019.
 
"Angkatan Laut AS sedang membuat pengaturan operasi pemulihan untuk pesawat F-35C yang terlibat dalam kecelakaan di atas kapal USS Carl Vinson" demikian kata Juru Bicara Armada Ketujuh AS, Letnan Nicholas Lingo, kepada CNN.
 
Meskipun Angkatan Laut belum mengungkapkan di mana di Laut China Selatan kecelakaan itu terjadi, Beijing mengklaim hampir semua perairan seluas 3,3 juta km persegi sebagai wilayahnya dan telah memperkuat klaimnya dengan membangun dan memiliterisasi terumbu karang dan pulau-pulau di sana.
 
Kapal angkatan laut dan penjaga pantai Tiongkok mempertahankan kehadirannya secara konstan di perairan Laut China Selatan.
 
AS membantah klaim teritorial Tiongkok tersebut dan menggunakan penyebaran seperti yang dilakukan Vinson untuk mendorong kasusnya demi "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".
 
Belum ada komentar resmi Tiongkok tentang kecelakaan itu, dengan media pemerintah melaporkannya hanya mengutip "media asing".
 
“Tetapi Tiongkok hampir pasti ingin melihat F-35 yang hilang. Mereka akan mencoba untuk menemukan dan mensurvei secara menyeluruh menggunakan kapal selam dan salah satu kapal selam yang menyelam dalam," ucap Carl Schuster, mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS di Hawaii.
 
Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS mengatakan, ada kemungkinan Tiongkok  dapat mengajukan klaim atas hak penyelamatan berdasarkan klaim teritorialnya di Laut China Selatan.
 
"Menyelamatkan pesawat dengan aset komersial dan penjaga pantai akan memungkinkan Beijing untuk mengklaim telah memulihkan potensi bahaya lingkungan atau peralatan militer asing dari perairan teritorialnya," kata Schuster.
 
Ditanya apakah AS bisa menghancurkan puing-puing dengan torpedo atau bahan peledak, para analis mengatakan itu tidak mungkin.
 
Upaya pemulihan Angkatan Laut AS ini akan menandai ketiga kalinya sebuah negara yang menerbangkan F-35 mencoba menariknya dari kedalaman. November lalu, sebuah F-35B Inggris jatuh saat lepas landas dari dek kapal induknya HMS Queen Elizabeth ke Laut Mediterania.
 
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi kepada publik pada awal Januari bahwa itu telah ditemukan pada Desember di tengah kekhawatiran pesawat yang tenggelam itu bisa menjadi target intelijen Rusia. Sementara sebuah F-35A Jepang jatuh ke Pasifik pada 2019.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif