Foto dari Pasukan Pertahanan Selandia Baru memperlihatkan abu vulkanik yang meliputi salah satu pulau di Tonga. Foto: New Zealand Defence Force/Handout
Foto dari Pasukan Pertahanan Selandia Baru memperlihatkan abu vulkanik yang meliputi salah satu pulau di Tonga. Foto: New Zealand Defence Force/Handout

5 WNI di Tonga Hilang Kontak, KBRI Wellington Berupaya Cari Keberadaannya

Marcheilla Ariesta • 20 Januari 2022 12:56
Wellington: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington di Selandia Baru masih terus berupaya menghubungi lima WNI yang berada di Tonga. Mereka berada di negara Pasifik itu ketika letusan gunung berapi di bawah laut terjadi.
 
"KBRI Wellington terus berupaya menghubungi lima orang WNI yang diketahui berada di Tonga saat kejadian," kata KBRI Wellington dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Kamis, 20 Januari 2022.
 
"KBRI Wellington juga secara intensif berkomunikasi dengan pemerintah Selandia Baru, Konsul Tonga yang ada di Auckland, dan Komisi Tinggi Tonga di Canberra, Australia untuk mengupayakan informasi mengenai kondisi para WNI di Tonga," lanjut mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Saluran Telepon Pulih Sebagian, Warga Tonga Mulai Lakukan Komunikasi.
 
Sementara itu, KBRI Wellington membuka hotline di nomor +6421713167 yang dapat dihubungi apabila anggota masyarakat memiliki informasi langsung mengenai keberadaan WNI di Tonga. Selain itu, informasi juga dapat disampaikan melalui email KBRI Wellington konsuler.wellington@kemlu.go.id.
 
Komunikasi di Tonga memang sempat terputus hingga empat hari pasca kejadian. Kabarnya, kabel bawah laut putus yang menyebabkan negara itu terisolasi.
 
Namun, per hari ini, Kamis, 20 Januari 2022, warga Tonga bisa melakukan kontak telepon dengan keluarga dan dunia luar setelah sebagian komunikasi pulih.
 
Sambungan telepon antara Tonga dan dunia yang lebih luas mulai tersambung kembali pada Rabu malam, meskipun memulihkan konektivitas Internet penuh kemungkinan akan memakan waktu satu bulan atau lebih, menurut pemilik satu-satunya kabel komunikasi bawah laut kepulauan itu.
 
Ledakan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, yang telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan mengirimkan gelombang tsunami ke seluruh Pasifik, memutus komunikasi sekitar 105.000 orang pada Sabtu lalu.
 
Tonga membutuhkan banyak bantuan, termasuk air bersih. Pasalnya, pasokan air bersih mereka tercemar abu vulkanik yang beracun.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif