Foto udara memperlihatkan erupsi gunung berapi bawah laut di Tonga pada Sabtu, 15 Januari 2022. Foto: MAXAR TECHNOLOGIES
Foto udara memperlihatkan erupsi gunung berapi bawah laut di Tonga pada Sabtu, 15 Januari 2022. Foto: MAXAR TECHNOLOGIES

Saluran Telepon Pulih Sebagian, Warga Tonga Mulai Lakukan Komunikasi

Fajar Nugraha • 20 Januari 2022 08:53
Nuku'alofa: Warga Tonga akhirnya bisa melakukan kontak telepon dengan keluarga mereka dan dunia luar pada Kamis 20 Januari 2022. Ini terjadi lima hari setelah letusan gunung berapi besar dan tsunami benar-benar memutus negara kepulauan Pasifik itu.
 
Ledakan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, yang telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan mengirimkan gelombang tsunami ke seluruh Pasifik, memutus komunikasi sekitar 105.000 orang pada Sabtu.
 
Sambungan telepon antara Tonga dan dunia yang lebih luas mulai tersambung kembali pada Rabu malam, meskipun memulihkan konektivitas Internet penuh kemungkinan akan memakan waktu satu bulan atau lebih, menurut pemilik satu-satunya kabel komunikasi bawah laut kepulauan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perbaikan Kabel Bawah Laut Tonga Diestimasi Berlangsung 4 Pekan.
 
Jurnalis lokal Marian Kupu mengatakan warga Tonga sedang dalam proses membersihkan semua debu tetapi khawatir mereka akan kehabisan air minum.
 
“Masing-masing rumah punya tangki air sendiri tapi kebanyakan penuh debu sehingga tidak aman untuk diminum,” kata Kupu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 20 Januari 2022.
 
Kupu mengatakan, beberapa desa di sisi barat Tonga terkena dampak yang sangat parah.
 
"Saya tidak akan mengatakan kami mengharapkan lebih banyak kematian tetapi ketika kami berbicara, pemerintah sedang mencoba untuk terbang ke pulau-pulau lain untuk memeriksa mereka," ungkapnya.
 
Ketika ditanya apakah ada cukup persediaan makanan, dia berkata: "Saya dapat mengatakan mungkin kita dapat bertahan selama beberapa minggu ke depan, tetapi saya tidak yakin tentang air."
 
Sementara itu, rakyat Tonga yang sedang berada di luar negeri dengan panik memanggil keluarga mereka kembali ke rumah untuk memastikan keselamatan mereka.
 
"Hari ini ada napas lega karena kami dapat berkomunikasi dengan orang yang kami cintai di rumah," ucap John Pulu, seorang Tonga yang berbasis di Auckland, yang merupakan tokoh televisi dan radio.
 
"Kami bernapas dan tidur sedikit lebih baik," katanya, seraya menambahkan bahwa dia telah dapat berbicara dengan ibu dan keluarganya di Nuku'alofa yang semuanya aman dan sehat.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif