Volume air melonjak hingga dua meter di atas normal di kota Allahabad, yang telah mengalami banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa setelah berhari-hari hujan deras.
Di seluruh negara bagian Uttar Pradesh, lebih dari akses ke 600 desa dilaporkan terputus banjir. Hal tersebut mendorong upaya penyelamatan besar-besaran oleh pihak berwenang.
Baca: Bertambah Lagi, Korban Tewas Banjir India 136 Orang
MP Singh, seorang hakim distrik di Allahabad mengatakan kepada AFP ada 225 perahu dikirim membantu orang-orang yang terjebak di atap dan lantai atas rumah mereka. “Diperkirakan 4.500 orang telah diselamatkan di dalam dan sekitar kota,” ujar Singh, seperti dikutip AFP, Jumat 13 Agustus 2021.
Sekitar 100 kilometer ke hilir di kota suci Varanasi, ghat (dermaga upacara kremasi Hindu di sungai) banjir dan terpaksa harus ditutup.
“Volume air di sungai itu satu meter di atas tanda bahaya di daerah itu dan ribuan orang telah diselamatkan,” ujar Hakim Varanasi, Sanjay Kumar.
Biasanya ghat beroperasi 24 jam dan menangani ratusan kremasi setiap hari. Namun karena luapan air ini, semuanya terhenti.
V.N. Mishra, kepala Kuil Sankat Mochan di Varanasi mengatakan situasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Tetapi warga malah menyalakan tumpukan kayu pemakaman untuk orang mati jauh dari sungai "bahkan jika itu berarti dikremasi di jalur belakang dan di atap".
Pemerintah Uttar Pradesh mengatakan 940 tempat penampungan banjir telah didirikan untuk para tunawisma. Ratusan orang tewas di musim hujan India sejak Juni, dengan negara bagian Maharashtra dan Benggala Barat terkena dampak parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News