Baca: Korut Ancam Korsel, Pentagon Pertahankan Kesiagaan.
"Dengan menggunakan kekuatan saya yang sudah disahkan pemimpin tertinggi, partai dan negara, saya menginstruksikan kepada departemen yang bertanggung jawab atas utusan dengan musuh, untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," kata Yo-jong dalam pernyataan yang dimuat di Kantor Berita Negara Korea Utara (KCNA).
Laman Chosun Ilbo, Senin 15 Juni 2020 menuturkan sebelumnya Yo-jong mengeluarkan pernyataan tegas yang meminta aktivis Korea Selatan berhenti mengirim selebaran propaganda yang dilekatkan pada balon helium dan diterbangkan melintasi perbatasan.
Dalam pernyataan itu, dia juga mengatakan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong tidak berguna. Yo-jong menuturkan mereka akan meruntuhkannya.
"Hak untuk mengambil tindakan selanjutnya melawan musuh akan dipercayakan kepada Staf Umum Militer kita," imbuh dia.
Yo-jong menyarankan Seoul agar tidak meremehkan pernyataannya sebagai gertak sambal biasa. Pada Minggu tengah malam kemarin, Gedung Biru mengadakan pertemuan.
"Pemerintah (Korsel) tengah membahas situasi Semenanjung Korea dan langkah-langkah untuk meresponsnya," kata seorang juru bicara Gedung Biru. Namun, jubir tidak menyampaikan tanggapan pemerintah Korsel seperti apa.
Sebelumnya, Seoul berusaha menenangkan Pyongyang dengan mengancam akan melarang kampanye selebaran dan akan menuntut para aktivis yang sebagian besar adalah pembelot Korut. Namun, usaha mereka gagal dan malah menunjukkan ada sesuatu yang lain di belakang hal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News