Foto udara memperlihatkan markas besar Pentagon. (Foto: AFP)
Foto udara memperlihatkan markas besar Pentagon. (Foto: AFP)

Korut Ancam Korsel, Pentagon Pertahankan Kesiagaan

Willy Haryono • 15 Juni 2020 09:35
Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menekankan kembali komitmennya untuk menjaga kesiagaan gabungan bersama Korea Selatan. Pernyataan disampaikan Pentagon usai Korea Utara melayangkan ancaman militer terhadap Korsel.
 
Sabtu kemarin, adik dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengancam akan mengambil "langkah selanjutnya" terhadap Korsel terkait beredarnya pamflet anti-Pyongyang di perbatasan.
 
Mendeskripsikan Korsel sebagai "musuh," Kim Yo-jong mengaku akan menyerahkan masalah ini ke jajaran militer. Sementara Korsel menyerukan Korut agar tetap berpegang teguh pada perjanjian antar-KOrea.

"Kami berkomitmen menjaga postur pertahanan gabungan yang kuat," kata John Supple, juru bicara Pentagon, saat dimintai keterangan oleh kantor berita Yonhap, Senin 15 Juni 2020.
 
Supple menolak memberikan komentar spesifik mengenai ancaman Korut terhadap Korsel.
 
Pekan kemarin, Kementerian Luar Negeri AS mengaku kecewa usai Korut berencana memutus semua jalur komunikasi dengan Korsel. Pyongyang juga berencana merobohkan kantor penghubung antar-Korea yang berlokasi di desa perbatasan Panmunjeom.
 
Kim Yo-jong sempat berkomentar bahwa kantor penghubung tersebut "sudah tidak lagi berguna."
 
Sementara itu, Kemenhan Korsel juga memastikan bahwa seluruh jajaran militer Seoul bersiaga penuh menghadapi ancaman Korut. Menhan Korsel Jeong Kyeong-do dikabarkan telah menggelar pertemuan darurat pada Minggu pagi.
 
Pertemuan bertujuan memeriksa kesiapan militer Korsel dan membahas langkah-langkah apa saja yang diperlukan dalam merespons Korut. Menhan Jeong juga turut bergabung dalam pertemuan virtual bersama Dewan Keamanan Nasional Korsel (NSC).
 
"Perjanjian militer antar-Korea harus diimplementasikan penuh demi membangun perdamaian di Semenanjung Korea dan mencegah bentrokan antar kedua negara," ujar pernyataan resmi Kemenhan Korsel.
 
Kementerian Unifikasi Korsel juga menyerukan Korut untuk tetap berkomitmen terhadap perjanjian antar-Korea. Pihak kementerian mengatakan, Korsel menganggap ketegangan saat ini sebagai sesuatu yang sangat serius, dan menyerukan agar Seoul dan Pyongyang tetap berpegang teguh pada semua perjanjian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan