Mantan Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. Foto: Medcom.id
Mantan Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. Foto: Medcom.id

Vanuatu Tidak 'Senggol' Papua di PBB, Buah Diplomasi RI di Pasifik

Marcheilla Ariesta • 26 September 2022 20:43
Jakarta: Vanuatu tidak menyenggol Indonesia seperti biasanya di Sidang Umum PBB tahun ini. Tak ada isu Papua yang biasanya menjadi agenda negara Pasifik Selatan itu.
 
Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik Tantowi Yahya mengatakan, ini suatu hal yang menggembirakan. Namun, hal seperti ini tidak perlu dirayakan secara berlebihan.
 
"Itu refleksi suasana politik di Vanuatu terhadap Papua saat ini bisa saja berubah lagi, mengingat membebaskan seluruh Melanesia dari penjajahan adalah pesan pendiri negaranya," kata Tantowi saat dihubungi Medcom.id, Senin, 26 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, tugas Indonesia saat ini adalah menjadikan sikap Vanuatu seperti ini permanen. Caranya melalui kerja-kerja diplomatik yang cerdas dan tegas.
 
Peran Indonesia di Pasifik Selatan
 
Indonesia semakin intens merangkul Pasifik Selatan melalui berbagai program kerja sama. Tantowi menjelaskan, Pacific Elevation menjadi program kerja sama RI yang ditujukan untuk negara-negara di Pasifik Selatan, terdiri dari kerja sama teknis, pembukaan pasar, dan bantuan lainnya.
 
"Indonesia semakin diterima di Pasifik. Kita pernah dua kali menyelenggarakan eksibisi perdagangan, investasi dan pariwisata 'Pacific Exposition'. Inilah satu-satunya eksibisi yang ada di Pasifik sekarang," terangnya.
 
Baca juga: Pertama di Dunia, Vanuatu Serukan Perjanjian Pembatasan Bahan Bakar Fosil
 
Kegiatan ini dilangsungkan dua tahun sekali. Dan kerja sama yang ada terus berlanjut hingga saat ini.
 
"Insya Allah tahun depan Pacific Exposition ketiga akan diselenggarakan lebih besar lagi karena dilaksanakan post pandemi," ucapnya. Menurut Tantowi, pameran ini merupakan 'real market place' untuk negara-negara kepulauan di Pasifik.
 
Meski demikian, tantangan bagi Indonesia di Pasifik Selatan masih terus ada, mengingat wilayah ini paling diperebutkan saat ini. Tantowi mengatakan, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Taiwan bahkan Uni Eropa terus menebar pengaruh mereka untuk berbagai kepentingan, meskipun Australia dan Selandia Baru telah memiliki pengaruh besar di sana.
 
"Kita akan lebih hadir sebagai sahabat dan saudara. Ibu Menlu (Retno Marsudi) bulan lalu berkunjung ke Fiji dan Kepulauan Solomon. Saya yakin akan banyak kunjungan yang dilakukan pejabat pemerintah, anggota parlemen dan juga pengusaha dari Indonesia," pungkasnya.
 
Baca juga: Dibantu Persiapkan Pacific Games, Kepulauan Solomon Apresiasi Indonesia
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif