Seorang muslimah berpakaian tertutup berjalan di kota Colombo, Sri Lanka pada 27 April 2021. (Ishara S. KODIKARA / AFP)
Seorang muslimah berpakaian tertutup berjalan di kota Colombo, Sri Lanka pada 27 April 2021. (Ishara S. KODIKARA / AFP)

Kabinet Sri Lanka Setujui Larangan Memakai Burqa di Ruang Publik

Internasional busana muslim isis sri lanka Ledakan Sri Lanka
Willy Haryono • 28 April 2021 11:47
Colombo: Kabinet Sri Lanka menyetujui proposal larangan memakai pakaian tertutup penuh, termasuk burqa, di ruang publik atas dasar pertimbangan keamanan nasional. Persetujuan dikeluarkan meski pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai aturan tersebut dapat dianggap melanggar hukum internasional.
 
Proposal larangan memakai burqa ini diajukan oleh Menteri Keamanan Publik Sri Lanka Sarath Weerasekera. Dalam sebuah rapat mingguan pada Selasa kemarin, kabinet Sri Lanka menyetujui proposal tersebut.
 
Dilansir dari laman Al Jazeera pada Rabu, 28 April 2021, proposal larangan burqa ini akan dikirim ke Departemen Jaksa Agung. Untuk bisa diterapkan sebagai hukum mengikat, proposal tersebut harus disetujui parlemen Sri Lanka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pihak menilai proposal ini akan dengan mudah dijadikan undang-undang karena pemerintahan Sri Lanka saat ini memegang mayoritas parlemen.
 
Baca:  Sri Lanka akan Larang Burqa dan Tutup 1.000 Madrasah
 
Penggunaan burqa di Sri Lanka sempat dilarang untuk sementara waktu pada 2019 usai terjadinya rangkaian ledakan bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 260 orang.
 
Dua grup lokal terafiliasi Islamic State (ISIS) berada di balik ledakan tersebut, yang terjadi di enam lokasi -- dua gereja Katolik Roma, satu gereja Protestan, dan tiga hotel.
 
Bulan lalu, Duta Besar Pakistan untuk Sri Lanka Saad Khattak mengatakan bahwa larangan memakai burqa akan melukai perasaan Muslim.
 
Pelapor khusus PBB untuk kebebasan beragama, Ahmed Shaheed, mengatakan bahwa larangan memakai burqa tidak sesuai dengan hukum internasional dan hak kebebasan beragama.
 
Muslim berjumlah sekitar 9 persen dari total 22 juta populasi Sri Lanka, dengan jumlah umat Buddha mencapai lebih dari 70 persen. Sementara etnis minoritas Tamil, yang sebagian besar beragama Hindu, berjumlah sekitar 15 persen.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif