Aktivitas warga Hong Kong di tengah pandemi Covid-19. (AFP)
Aktivitas warga Hong Kong di tengah pandemi Covid-19. (AFP)

Hong Kong Belum Akan Buka Perbatasan Hingga Pertengahan 2022

Willy Haryono • 09 November 2021 13:01
Hong Kong: Hong Kong belum akan membuka diri terhadap perjalanan global hingga setidaknya pertengahan 2022 mendatang. Hong Kong mengaku ingin terlebih dahulu menyelesaikan perjanjian perbatasan dengan Tiongkok dan di waktu bersamaan juga mendorong laju vaksinasi Covid-19.
 
Lam Ching-choi, anggota dewan eksekutif penasihat untuk pemimpin Hong Kong Carrie Lam, mengatakan bahwa semua proses tersebut membutuhkan waktu setidaknya enam bulan ke depan.
 
"Kami memerlukan waktu sekitar setengah tahun untuk mencapai rata-rata vaksinasi yang mencukupi, terutama di kalangan orang lanjut usia," kata Lam Ching-choi, dilansir dari The Straits Times, Selasa, 9 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semoga saat itu tercapai, kami sudah dapat membuka perbatasan dengan Tiongkok dan negara-negara lain," sambungnya.
 
Meski telah menghadirkan cukup vaksin Covid-19, Hong Kong masih kesulitan memvaksinasi penduduknya yang berjumlah total 7,4 juta jiwa. Rendahnya laju vaksinasi Covid-19 di Hong Kong diakibatkan beberapa faktor, termasuk keraguan menerima vaksin dan ketakutan atas efek samping berbahaya.
 
Baru 17 persen dari total warga Hong Kong berusia 80 tahun ke atas yang sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Sementara untuk masyarakat Hong Kong di bawah usia 80 tahun, angkanya sudah mencapai 69 persen.
 
Upaya pemerintah Hong Kong dalam menghadirkan situs pemberikan vaksin Covid-19 di mal dan area perumahan belum mampu mendorong laju vaksinasi, terutama di kalangan lansia.
 
Saat negara-negara lain mulai membuka diri kepada dunia, Hong Kong dan Tiongkok masih berusaha keras menerapkan strategi "nol kasus Covid-19." Keduanya bertekad menghapus sepenuhnya infeksi harian Covid-19, yang dianggap sejumlah negara sebagai sesuatu yang mustahil.
 
Alih-alih strategi "nol kasus," banyak negara mulai menerapkan skema "hidup bersama Covid-19" yang menyeimbangkan antara sektor kesehatan dan perekonomian.
 
Baca:  Kebijakan Nol Covid Hong Kong Dinilai Rusak Status Pusat Keuangan
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif