Keluarga korban bom di Pakistan memakamkan  jenazah kerabatnya./AFP
Keluarga korban bom di Pakistan memakamkan jenazah kerabatnya./AFP

Korban Tewas Jadi 63, Pakistan Janji Buru Dalang Bom Masjid

Marcheilla Ariesta • 05 Maret 2022 22:50
Peshawar: Serangan bom bunuh diri di masjid Syiah Pakistan bertambah menjadi 63 orang dan melukai 200 lainnya. Pejabat Pakistan berjanji akan menangkap dalang di balik serangan tersebut.
 
Kelompok teror Islamic State (ISIS) mengklaim mereka melakukan serangan tersebut. Dalam pernyataannya, ISIS mengatakan pelaku dari Afghanistan, menembak dua polisi yang menjaga masjid sebelum masuk ke dalam dan meledakkan perangkatnya.
 
Serangan terjadi saat jemaah berlutut dalam salat Jumat. Kelompok yang melakukan penyerangan diketahui sebagai ISIS di Provinsi Khorasan (ISIS-K) yang bermarkas di Afghanistan timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taliban di Afghanistan, yang telah memerangi ISIS, mengutuk serangan itu. ISIS telah terbukti menjadi ancaman keamanan terbesar Taliban sejak berkuasa Agustus lalu.
 
“Kami mengutuk pemboman sebuah masjid di Peshawar, Pakistan. Tidak ada pembenaran untuk menyerang warga sipil dan jamaah,” kata Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter, dilansir dari Washington Post, Sabtu, 5 Maret 2022.
 
Ia menolak mengomentari klaim ISIS bahwa pelaku bom bunuh diri adalah warga Afghanistan.
 
Baca juga: Bom Meledak di Masjid Pakistan saat Salat Jumat, 56 Orang Tewas
 
Sementara itu, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar mengatakan, korban tewas kemungkinan terus meningkat. Setidaknya, empat dari 38 pasien yang masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
 
Mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat, warga menguburkan jenazah kerabat mereka di tengah pengamanan ketat. Anjing pelacak dikerahkan untuk mendeteksi bom.
 
Polisi melakukan penggeledahan tubuh pelayat, yang kemudian digeledah untuk kedua kalinya oleh keamanan yang disediakan oleh komunitas Syiah Pakistan.
 
Ratusan pelayat menangis dan memukuli dada mereka menghadiri doa pemakaman untuk 13 korban Jumat malam dan 11 lainnya pada hari Sabtu di Gerbang Kohati Peshawar. Peti mati ditutupi dengan kain kafan, beberapa dengan ucapan Al-Qur'an. Mereka berbaris di tanah terbuka, terlihat dengan bola lampu telanjang.
 
“Ini adalah manusia dan jamaah di dalam masjid, dan mereka dibunuh secara brutal pada saat mereka sibuk berdoa kepada Tuhan,” kata Hayat Khan.
 
Salah satu petugas polisi yang ditembak di luar masjid Kucha Risaldar tewas seketika. Sedangkan yang kedua meninggal kemudian karena luka-lukanya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif