Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu. (Michal Cizek / AFP)
Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu. (Michal Cizek / AFP)

Menlu Taiwan Minta Anggota PBB Kecam Aksi Provokasi Tiongkok

Marcheilla Ariesta • 14 September 2022 13:13
Taipei: Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu kembali meminta suara negaranya untuk didengar. Hal ini disampaikan jelang Sidang Majelis Umum PBB di New York.
 
"Para anggota PBB yang akan bertemu kembali di New York tahun ini, perlu mengingatkan kepada para pemimpin dunia bahwa semua orang termasuk rakyat Taiwan, layak untuk didengar suaranya dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengatasi tantangan ini demi kepentingan global," kata Wu, dikutip dari pernyataannya, Selasa, 13 September 2022.
 
Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam Sidang Majelis Umum PBB karena dianggap bukan negara yang utuh. Mereka memiliki pemerintahan sendiri, namun Tiongkok menganggap pulau itu masih sebagai teritorinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam forum kerjasama global terbesar dan terpenting karena tekanan tanpa henti oleh Tiongkok. Dengan sengaja mengunakan prinsip "One China" melalui resolusi UNGA 2758 - resolusi yang menentukan siapa yang mewakili "Tiongkok" dalam organisasi dunia sekitar 50 tahun yang lalu," ungkap Wu.
 
Menurutnya, prinsip tersebut menyesatkan dunia karena menyebarkan pernyataan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok. Padahal, lanjut dia, status quo selama ini, Taiwan dan Tiongkok merupakan yurisdiksi yang terpisah.
 
Ia menegaskan, rakyat Taiwan hanya dapat diwakili pemerintah yang terpilih secara demokratis.
 
"Penafsiran yang salah dari resolusi UGRA 2758 telah lama menghilangkan hak Taiwan untuk berpartisipasi dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga khususnya, dan juga telah menolak kontribusi Taiwan untuk komunitas internasional," sambung dia.
 
Dalam pernyataan itu, Wu menuturkan, Beijing terus melakukan latihan militer di daerah sekitar Taiwan dan mengganggu status quo Selat Taiwan. Menurutnya, tindakan seperti itu perlu dikecam.
 
Hal ini, ujar Wu, seperti tertulis dalam Piagam PBB menyatakan dengan jelas bahwa tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah menjaga kedamaian dan stabilitas internasional, dan bahwa perselisihan internasional harus diselesaikan dengan cara yang damai.
 
"PBB  memungkinkan untuk melarang anggotanya melakukan hal semacam itu, agar organisasi bisa kembali sesuai dengan agenda politiknya sendiri. Menyetujui klaim Tiongkok atas Taiwan hanya akan mengacaukan wilayah tersebut, yang juga bertentangan dengan tujuan PBB," tegasnya.
 
Wu menambahkan, Taiwan secara tegas akan mempertahankan kedaulatan dan keamanannya. Wu menjelaskan, Taiwan akan terus berupaya mempertahankan diri sebagai respons terhadap provokasi Tiongkok.
 
Baca: Presiden Taiwan: Kemampuan Militer Kami Semakin Matang Berkat Tiongkok
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif