Mantan PM Australia Scott Morrison. (AFP)
Mantan PM Australia Scott Morrison. (AFP)

Parlemen Australia Kecam Mantan PM atas 'Jabatan Rahasia' Selama Pandemi

Medcom • 30 November 2022 10:39
Canberra: Parlemen Australia memutuskan untuk mengecam mantan perdana menteri Scott Morrison pada Rabu, 30 November 2022, setelah penyelidikan menemukan fakta bahwa dirinya secara diam-diam memegang jabatan di beberapa kementerian selama pandemi Covid-19. Langkah Morrison tersebut dinilai telah merusak kepercayaan publik Australia terhadap pemerintah.
 
Morrison, yang kehilangan kekuasaan dalam pemilihan umum Australia pada Mei lalu, ternyata secara diam-diam menduduki lima jabatan selama pandemi yakni di Kementerian Kesehatan, Keuangan, Perbendaharaan, Sumber Daya, dan Urusan Dalam Negeri.
 
Mosi bersejarah untuk mengecam Morrison, diajukan Partai Buruh yang berkuasa saat ini, disahkan dengan 86 suara dukungan berbanding 50 di majelis rendah Australia. Ini menandai pertama kalinya seorang mantan perdana menteri dikecam parlemen, meski mosi tersebut hanya bersifat simbolis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Faktanya adalah, demokrasi kita sangat berharga," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang turutu mendukung kecaman terhadap Morrison, seperti dikutip dari laman Malay Mail, Rabu, 30 November 2022.
 
"Tidak boleh ada ruang untuk berpuas diri," lanjutnya.
 
Mencoba membela diri, Morrison mengatakan bahwa keputusannya menduduki beberapa jabatan merupakan tindakan sah. Ia menilai keputusan itu diperlukan pada suatu kondisi di mana para menteri tidak mampu bertugas selama pandemi Covid-19.
 
"Bagi mereka yang ingin memberikan penilaian atas tindakan saya terkait mosi kecaman ini, saya menyarankan untuk berhenti dan mempertimbangkan hal berikut: pernahkah Anda semua menghadapi krisis di mana prospek ke depannya sama sekali tidak diketahui?" kata Morrison, merujuk pada pandemi Covid-19 yang dipenuhi ketidakpastian sepanjang 2020-2021.
 
"Dalam keadaan seperti itu, apakah Anda bisa mengambil semua keputusan dengan benar?," lanjutnya.
 
Morrison mengatakan, dirinya hanya menggunakan wewenangnya pada satu kesempatan, yaitu untuk memblokir proyek eksplorasi gas PEP-11 BPH Energy. Dia telah menerima rekomendasi penyelidikan penunjukan, termasuk undang-undang yang membutuhkan pemberitahuan publik mengenai penunjukan jabatan menteri. (Mustafidhotul Ummah)
 
Baca:  Eks-PM Punya Peran Rahasia, Australia akan Buat UU Transparansi
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif