Ilustrasi kecelakaan bus. (Medcom.id)
Ilustrasi kecelakaan bus. (Medcom.id)

Waduh! Bus Karantina Covid-19 Terguling di Tiongkok, 27 Orang Tewas

Willy Haryono • 19 September 2022 15:29
Guizhou: Pengguna media sosial Tiongkok mengecam kebijakan "Nol Covid" pemerintah pusat setelah tewasnya 27 orang dalam sebuah bus yang sedang bertolak menuju fasilitas karantina Covid-19.
 
Menurut keterangan kepolisian lokal, bus dengan 47 orang di dalammnya "terguling ke salah satu sisinya" di area pedesaan provinsi Guizhou pada Minggu, 18 September.
 
Pemerintah Daerah Guizhou mengonfirmasi bahwa sebuah bus sedang "mengangkut orang menuju fasilitas karantina" dari ibu kota Guiyang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah terjadinya kecelakaan, para pengguna media sosial Weibo mengecam keras pemerintah pusat yang terus menerapkan kebijakan "Nol Covid." Sebagian dari mereka kesal karena kebijakan ketat pemerintah sudah tidak dapat diberikan toleransi lagi, dan kini bahkan menelan korban jiwa.
 
"Perasaan ini tidak dapat hanya diwakili dengan menyalakan lilin dan mengucapkan RIP," ucap salah satu pengguna Weibo, dikutip dari laman abc.net.au, Senin, 19 September 2022.
 
"Mungkin saja kalian juga akan ada di dalam bus seperti itu pada suatu malam," tulis pengguna lainnya.
 
"Kita semua akan berada di dalam bus gelap dan mengerikan ini," balas pengguna lain.
 
Dalam sebuah pernyataan resmi, Deputi Wali Kota Guiyang mengatakan bahwa pihaknya "sangat sedih dan terpukul" atas kecelakaan bus di Guizhou.
 
"Saya ingin mengekspresikan duka mendalam untuk semua korban dan keluarganya serta mereka yang terluka," ucap sang deputi.
 
Sejumlah pengguna Weibo juga mengecam pemerintah pusat Tiongkok yang menghapus beberapa komentar teratas terkait kecelakaan di Guizhou. Dari 96 komentar yang pernah muncul di Weibo, hanya dua yang kini bisa dilihat karena 94 lainnya telah dihapus.
 
Guizhou mencatat lebih dari 900 infeksi baru dalam dua hari terakhir, dan Guiyang, rumah bagi enam juta warga, telah menerapkan penguncian (lockdown) bulan ini.
 
Selama dua bulan lockdown di Shanghai tahun ini, sejumlah warga dipaksa keluar rumah dan dibawa ke fasilitas karantina pada malam hari. Mereka yang terbukti negatif Covid-19 pun tetap dipaksa pergi ke pusat karantina.
 
Baca:  Kasus Meningkat, Kota Chengdu Perpanjang Masa Karantina Akibat Covid-19
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif