Bendera Korea Utara berkibar di salah satu gedung kedutaan besar. (AFP)
Bendera Korea Utara berkibar di salah satu gedung kedutaan besar. (AFP)

Korea Utara Sebut AUKUS Sebagai 'Alat Perang' Amerika Serikat

Internasional Amerika Serikat nuklir Inggris Australia korea utara AUKUS
Willy Haryono • 01 Desember 2021 13:14
Pyongyang: Korea Utara (Korut) menyebut kemitraan trilateral AUKUS, yang diumumkan Amerika Serikat, Australia dan Inggris pada September lalu, sebagai "instrumen perang" AS yang berpotensi menimbulkan "ancaman serius" bagi perdamaian dunia.
 
AUKUS adalah kemitraan seputar pertukaran teknologi pertahanan antar ketiga negara. Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam AUKUS adalah Australia akan menerima teknologi kapal selam bertenaga nuklir dari AS dan Inggris.
 
"(Kekhawatiran kami) berasal dari fakta bahwa rencana mentransfer teknologi membangun kapal selam nuklir ke Australia berasal dari AS, negara terbesar dalam hal peperangan dan invasi," ujar pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Korut, dikutip dari Sputnik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perjanjian AUKUS membawa awan gelap perang nuklir kepada dunia," sambungnya.
 
Ini bukan kali pertama Pyongyang mengungkapkan kekhawatiran mengenai AUKUS. Sebelumnya pada September lalu, seorang perwakilan dari Kemenlu Korut menyebut AUKUS sebagai sebuah langkah berbahaya yang dapat berujung pada perlombaan senjata nuklir dan mengganggu keseimbangan strategis kawasan Asia-Pasifik.
 
Menurut keterangan perwakilan tersebut, AUKUS merupakan sebuah sinyal bahwa Korut harus terus membangun kapabilitas pertahanan jangka panjang, agar bisa selalu siap dalam mengantisipasi perubahan drastis di bidang keamanan global.
 
Pengumuman kemitraan AUKUS disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok. Seperti Korut, Tiongkok juga mengecam AUKUS sebagai kemitraan yang hanya akan memperdalam perlombaan senjata dan menganggu upaya global dalam memerangi proliferasi nuklir.
 
Kemitraan AUKUS sempat menjadi sorotan global karena berujung pada pertengkaran antara Prancis dan Australia. Paris geram karena Canberra secara sepihak membatalkan perjanjian pembelian kapal selam yang sudah disepakati sebelumnya.
 
Baca:  Asisten Menlu Jawab Kehadiran AS di ASEAN Hingga Isu Aukus
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif