Taliban telah merebut banyak wilayah di utara, barat, dan selatan Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir. Sementara beberapa provinsi tersisa di wilayah pusat dan timur, termasuk ibu kota Kabul, masih dikuasai Pemerintah Afghanistan.
Meningkatnya sepak terjang Taliban terjadi saat Amerika Serikat dan mitra NATO menarik pasukan mereka dari Afghanistan. Situasi genting di Afghanistan saat ini dikhawatirkan banyak pihak akan memicu terjadinya perang sipil.
Dalam sebuah video, Taliban mengklaim telah berhasil merebut stasiun radio utama kota Kandahar. Taliban menegaskan bahwa radio tersebut kini sudah diubah menjadi bernama Voice of Syariah.
Masih dalam video tersebut, Taliban mengatakan seluruh staf radio di Kandahar akan menyiarkan berita seperti biasa, dengan sesekali adanya pembacaan lantuan ayat suci Alquran. Radio tersebut diyakini sudah tidak akan lagi memutar musik apapun.
Dikutip dari laman The Washington Post, Sabtu, 14 Agustus 2021, belum diketahui pasti apakah staf radio tersebut adalah pegawai lama atau sudah diganti Taliban.
Sementara itu, diplomat asing dari berbagai negara beramai-ramai mempercepat kepergian mereka dari Afghanistan di tengah meluasnya jumlah wilayah yang dikuasai Taliban. Jumat kemarin, Taliban merebut Pul-e-Alam, ibu kota provinsi Loghar, yang berjarak hanya 80 kilometer dari Kabul.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, situasi di Afghanistan memburuk tak terkendali dengan imbas terbesar dirasakan masyarakat sipil.
Baca: Taliban Kian Mengancam, Diplomat Asing Beramai-ramai Tinggalkan Afghanistan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News