Pekerja memakai alat pelindung diri di tengah pemberlakuan lockdown Covid-19 di Shanghai, Tiongkok, 14 Mei 2022. (Hector RETAMAL / AFP)
Pekerja memakai alat pelindung diri di tengah pemberlakuan lockdown Covid-19 di Shanghai, Tiongkok, 14 Mei 2022. (Hector RETAMAL / AFP)

Shanghai Targetkan Kehidupan Normal pada 1 Juni Mendatang

Willy Haryono • 16 Mei 2022 12:34
Shanghai: Pemerintah kota Shanghai menargetkan kehidupan normal di tengah masyarakat tanpa pemberlakuan lockdown Covid-19 pada pada 1 Juni mendatang. Lockdown yang diterapkan di Shanghai selama lebih dari enam pekan telah menjadi pukulan telak bagi perekonomian Tiongkok.
 
Dalam sebuah pernyataan, Deputi Wali Kota Zong Ming mengatakan bahwa pembukaan kembali Shanghai akan dilakukan dalam beberapa fase, dengan sebagian besar pembatasan pergerakan tetap diberlakukan hingga 21 Mei mendatang.
 
"Mulai 1 Juni, hingga pertengahan dan akhir Juni, selama risiko infeksi terkendali, kami akan mengimplementasikan pencegahan dan pengendalian epidemi secara penuh, menormalisasi manajemen, dan sepenuhnya memulihkan kegiatan produksi serta kehidupan di dalam kota," ujar Ming, dikutip dari The Straits Times, Senin, 16 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Lockdown di Shanghai Mulai Dilonggarkan Secara Bertahap pada Senin
 
Lockdown berskala penuh di Shanghai telah melukai perdagangan ritel, produksi sektor industri dan bidang ketenagakerjaan di kota tersebut. Ada kekhawatiran lockdown di Shanghai dapat semakin membuat perekonomian Tiongkok anjlok drastis di kuartal kedua 2022.
 
Pembatasan ketat di Shanghai juga telah memicu gelombang di seluruh rantai pasokan global dan perdagangan internasional.
 
Data pada Senin ini memperlihatkan outpot industri Tiongkok turun 2,9 persen di bulan April ketimbang periode sama tahun lalu.
 
Sementara itu di ibu kota Beijing, otoritas setempat tidak memberlakukan lockdown penuh seperti di Shanghai. Namun Beijing memperketat pembatasan untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19.
 
Hari Minggu kemarin, Beijing memperpanjang panduan bekerja dari rumah (WFH) di empat distrik. Beijing telah melarang aktivitas makan di tempat untuk restoran dan juga membatasi penggunaan transportasi publik.
 
Sejak awal pandemi hingga kini, Tiongkok masih berpegang teguh pada kebijakan "nol Covid" dalam strategi nasionalnya. Sejumlah negara menilai strategi semacam itu tidak masuk akal karena Covid-19 tak bisa dihilangkan sepenuhnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif