Polisi berada di lokasi kejadian istana balon yang terbang terbawa angin. Foto: ABC
Polisi berada di lokasi kejadian istana balon yang terbang terbawa angin. Foto: ABC

Istana Balon Terbawa Angin, 2 Anak di Tasmania Tewas

Medcom • 16 Desember 2021 14:17
Tasmania: Kepolisian Tasmania melaporkan, dua anak meninggal dunia dan beberapa lainnya berada dalam kondisi kritis. Insiden terjadi setelah angin mengangkat sebuah istana balon pada hari kegiatan akhir tahun di Sekolah Dasar Hillcrest di Devonport, Tasmania, Australia.
 
Dilansir dari ABC News, Kamis, 16 Desember 2021, beberapa anak jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter. Mereka mengalami luka serius, saat angin meniup istana balon yang dapat melompat dan melemparkan mereka ke udara.
 
“Kejadian angin menyebabkan kastil yang melompat terangkat ke udara,” kata polisi Tasmania dalam sebuah pernyataan.

“Beberapa anak jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter sekitar pukul 10.00 pagi dan saat ini menerima perawatan medis di tempat kejadian serta di rumah sakit,” jelas mereka.
 
Berbicara di sekolah sore ini, Komandan Debbie Williams menggambarkan adegan tersebut sebagai “menyedihkan”.
 
“Tragisnya saya bisa memastikan bahwa ada dua anak yang meninggal setelah insiden hari ini di Sekolah Dasar Hillcrest,” ujar Williams.
 
“Ini adalah peristiwa yang sangat tragis dan pikiran kami bersama keluarga dan komunitas sekolah yang lebih luas, dan juga responden pertama kami,” tutur Williams.
 
“Tidak ada keraguan bahwa ini adalah adegan yang sangat menantang dan menyedihkan,” ucap Williams.
 
“Konseling tersedia untuk keluarga yang terkena dampak ini di komunitas sekolah bersama dengan responden pertama,” tambahnya.
 
Polisi mengatakan, tidak terdapat rincian lebih lanjut terkait kematian atau cedera yang dapat dirilis pada tahap ini karena alasan privasi. Namun, mereka akan mengadakan konferensi pers di Devonport pada Kamis sore.
 

 
Selain sejumlah ambulans yang dikirim ke sekolah, beberapa helikopter pun dikerahkan ke tempat kejadian untuk membawa korban luka ke berbagai rumah sakit.
 
Hingga kini, belum diketahui berapa banyak anak yang terluka. Polisi akan mengadakan konferensi pers untuk memberikan update sore ini. Saksi mata mengatakan, insiden ini adalah adegan yang sangat konfrontasi dengan polisi dan orang tua bergegas menuju sekolah.
 
Polisi diketahui terlihat menangis dan berpelukan di tempat kejadian dan banyak orang tua tiba di sekolah tanpa mengetahui apakah anak mereka telah terpengaruh. Terpal biru disebut didirikan di dekat pohon tempat kastil lompat berhenti, dekat dengan oval sekolah.
 
Para warga diminta untuk menghindari daerah tersebut. Sekolah dasar tersebut mengadakan perayaan “Hari Besar” akhir tahun, alih-alih piknik sekolah seperti biasanya.
 
Setelah insiden tersebut, Perdana Menteri Tasmania, Peter Gutwein diketahui menghadiri konferensi pers covid-19 di Hobart.
 
“Pikiran saya jelas dengan orang-orang yang terlibat tetapi jelas orang tua dari anak-anak yang terluka dan dengan layanan darurat,” pungkas Gutwein.
 
“Ketika kami menerima informasi lebih lanjut tentang apa yang saya pahami adalah masalah yang sangat serius, kami akan memberikannya seiring berjalannya hari,” terang Gutwein.
 
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menggambarkan, insiden tersebut sebagai “sangat memilukan”.
 
“Peristiwa yang terjadi hari ini di Devonport di Tasmania benar-benar menghancurkan,” tutur pemimpin berusia 53 tahun itu.
 
“Anak-anak kecil pada hari yang menyenangkan bersama dengan keluarga mereka dan itu berubah menjadi tragedi yang mengerikan pada saat ini tahun, itu hanya menghancurkan hati kalian,” tambah Morrison.
 
Morrison pun mengatakan, ia juga telah berbicara dengan Gutwein terkait tragedi tersebut. (Nadia Ayu Soraya)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan