Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)

Waduh, Korea Utara Sebut Sekjen PBB Antonio Guterres 'Boneka' AS

Willy Haryono • 21 November 2022 09:30
Seoul: Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui menyebut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sebagai "boneka Amerika Serikat." Pernyataan dilayangkan usai Guterres bergabung dengan AS dalam mengecam uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut baru-baru ini.
 
Guterres sebelumnya mengeluarkan pernyataan keras terhadap peluncuran rudal ICBM Korut pada Jumat kemarin. Ia juga mengulangi seruannya kepada Pyongyang untuk "segera berhenti mengambil tindakan provokatif lebih lanjut."
 
Pernyataan Guterres muncul setelah AS dan negara-negara lain mengeluarkan kritik serupa terhadap uji coba ICBM, jenis rudal yang dapat dipakai untuk serangan jarak jauh, bahkan hingga mencapai AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sering menganggap Sekjen PBB sebagai anggota Gedung Putih AS atau Departemen Luar Negerinya," kata Choe, dikutip dari laman ABC News, Senin, 21 November 2022.
 
"Saya menyesalkan bahwa Sekjen PBB telah mengambil sikap yang sangat tercela serta mengabaikan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB, yaitu menjaga ketidakberpihakan, objektivitas, dan kesetaraan dalam segala hal," sambungnya.
 
Choe menuduh Guterres mengabaikan AS dan sekutunya yang membawa isu uji coba rudal ICBM ke Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, pengabaian seperti itu dengan jelas "membuktikan bahwa dia adalah boneka AS."
 
Dewan Keamanan PBB menjadwalkan pertemuan darurat pada Senin pagi mengenai peluncuran rudal ICBM Korea Utara. Tetapi tidak jelas apakah pertemuan darurat ini dapat berujung pada penjatuhan sanksi ekonomi baru kepada Korea Utara karena Tiongkok dan Rusia, dua anggota pemegang hak veto dewan, kerap menentang langkah AS dan sekutunya.
 
Peluncuran ICBM Korut pada Jumat kemarin adalah yang terbaru dalam skema uji coba rudal negara tersebut. Sejumlah pengamat menilai uji coba tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nuklir Korut serta memperluas pengaruhnya dalam diplomasi di masa mendatang.
 
Korea Utara mengatakan bahwa pemimpin Kim Jong-un telah mengamati langsung peluncuran rudal ICBM tipe Hwasong-17 pada Jumat kemarin. Kim menyebut rudal tersebut sebagai senjata yang "dapat diandalkan dan berkapasitas maksimum" untuk menahan ancaman militer AS.
 
Beberapa ahli mengatakan Hwasong-17 masih dalam pengembangan, tetapi itu adalah rudal dengan jarak tempuh terpanjang milik Korea Utara. Rudal jarak jauh seperti itu dirancang untuk membawa beberapa hulu ledak nuklir.
 
Baca: Korut Ancam Gunakan Nuklir Usai Kim Jong-un Lihat Rudal ICBM Bersama Putrinya
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif