Pendiri Alibaba, Jack Ma. Foto: AFP/Martin
Pendiri Alibaba, Jack Ma. Foto: AFP/Martin

Spekulasi Menghilangnya Jack Ma: Dipenjara atau Dibunuh

Internasional alibaba tiongkok Jack Ma Xi Jinping
Adri Prima • 05 Januari 2021 15:55
Beijing: Kabar menghilangnya Jack Ma usai mengkritik sistem keuangan Tiongkok masih menjadi teka-teki. Seorang milarder asal Tiongkok, Guo Wengui, ternyata pernah memprediksi nasib Jack Ma. 
 
Menurutnya, ada dua kemungkinan yang bakal terjadi kepada bos Alibaba itu. Dalam sebuah sesi wawancara dengan Kyle Bass, Direktur Investasi Hayman Capital Management itu mengatakan suatu hari Jack Ma bisa saja dipenjara atau dibunuh. 
 
"Semua pengusaha dan orang kaya di China hanya punya dua kemungkinan (nasib). Penjara atau dibunuh," kata Wengui dalam wawancara yang dilakukan pada akhir 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Bass kembali bertanya; "Jadi menurut Anda apakah Jack akan dipenjara atau dibunuh?" 
 
"Saya pikir kemungkinannya 50:50," ujar Wengui menjawab. 
 
Obrolan Wengui dan Bass saat itu memang tengah membahas soal ambisi Jack yang ingin mengubah sistem keuangan di Tiongkok. Akan tetapi, Wengui tahu persis hal itu sangat mustahil untuk dilakukan. 
 
Wengui sendiri merupakan seorang pengusaha kaya asal Tiongkok yang sudah diasingkan karena menjadi aktivis politik.
 

Kritik aturan perbankan Tiongkok

Pendiri Alibaba, Jack Ma, dikabarkan telah menghilang selama lebih dari dua bulan usai mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping dalam sebuah pidato. Pada Oktober 2020, Jack Ma dengan lantang mengkritik sistem keuangan negeri Tirai Bambu, mulai dari masalah regulasi hingga minimnya dukungan terhadap pendanaan inovasi perusahaan domestik. 
 
"Inovasi yang bagus tidak takut terhadap regulasi, tetapi takut terhadap regulasi yang usang. Perumpamaannya, jangan menggunakan sistem manajamen stasiun kereta api untuk meregulasi bandara komersial," kata Jack Ma dikutip dari Reuters.
 
Baca: Misteri Menghilangnya Jack Ma Usai Kritik Pemerintah Tiongkok 
 
Tak hanya itu, mantan guru bahasa Inggris tersebut juga menyerukan reformasi sistem keuangan. Bahkan, ia menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan Tiongkok saat ini tak lebih dari sekadar "klub orang tua". 
 
Pidato Jack Ma pada 24 Oktober 2020 itu menjadi momen terakhir dirinya berada di depan publik. Jack Ma yang juga dikenal aktif di Twitter juga sudah tak terlihat. Bahkan, ia juga sudah tidak lagi menjadi juri acara ‘Business Heroes’ Afrika, sebuah kontes TV untuk wirausahawan pemula.
 
(UWA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif