Jack Ma saat perayaan 20 tahun Alibaba. Foto: AFP
Jack Ma saat perayaan 20 tahun Alibaba. Foto: AFP

Misteri Menghilangnya Jack Ma Usai Kritik Pemerintah Tiongkok

Internasional alibaba tiongkok Jack Ma Xi Jinping
M Sholahadhin Azhar • 04 Januari 2021 07:30
Beijing: Miliuner Tiongkok Jack Ma, tidak kelihatan selama hampir satu bulan lebih. Dia bahkan menghilang dari reality show-nya sendiri usai mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping.
 
Sejak akhir Oktober 2020, Ma yang dilaporkan memiliki kekayaan hingga 34 miliar poundsterling, tidak pernah terlihat lagi di depan publik. Pria berusia 56 tahun itu memperoleh kekayaannya setelah menciptakan Alibaba -, yang dijuluki Amazon Asia,- dan pernah menjadi favorit pemerintahan komunis Tiongkok.
 
Namun, mantan guru bahasa Inggris itu tiba-tiba diganti sebagai juri di final ‘Business Heroes’ Afrika, sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi. Ayah dari tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter bahwa dia "tidak sabar" untuk bertemu dengan semua kontestan.
 
"Karena konflik jadwal, Ma tidak bisa lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir ‘Business Heroes’ Afrika awal tahun ini,” ujar pihak Alibaba, seperti dikutip The Sun, Senin 4 Januari 2021.
 
Final berlangsung hanya beberapa minggu setelah Ma berpidato yang mengecam regulator Tiongkok dan bank-bank milik negara.
 
Bulan lalu, pihak berwenang tiba-tiba mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya.
 
Ma adalah salah satu orang terkaya di Negeri Tirai Bambu dan juga terkenal karena kegiatannya di PBB dan berbagai badan amal global. Selama pandemi virus korona yang sedang berlangsung, dia telah menyumbangkan puluhan juta masker di seluruh dunia.
 
Namun, dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter-nya - yang biasanya memuat beberapa tweet dalam sehari.
 
“Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa dia mengalami cedera fisik,” lapor MailOnline.
 
Tetapi Tiongkok memiliki pendekatan yang tidak masuk akal untuk menangani mereka yang berbicara menentang rezim.
 
Pada Maret, seorang taipan properti, Ren Zhiqiang, menghilang setelah dia menyebut Presiden Xi Jinping sebagai 'badut' karena penanganannya terhadap krisis virus corona.
 
Rekan dari Ren Zhiqiang mengatakan dia kemudian dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah dia tampaknya ‘secara sukarela mengaku’ untuk berbagai kejahatan korupsi.

 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif