Topan Yaas diperkirakan akan mencapai Benggala Barat dan negara bagian Odisha pada Rabu mendatang. Para ahli mengatakan frekuensi badai meningkat karena perubahan iklim menghangatkan perairan India.
Badai ini membawa angin berkecepatan 185 kilometer per jam dan dikategorikan sebagai 'Badai Siklon Terparah' yang bakal menghantam India.
"Gelombang badai bisa setinggi 4 meter dan kemungkinan besar akan menggenangi daerah pesisir dataran rendah," ucap Badan Meteorologi India, dilansir dari AFP, Senin, 24 Mei 2021.
Tak hanya India, negara tetangga Bangladesh juga disiagakan. Sementara itu, evakuasi di pesisi dan hutan bakau Sunderbans -,sebuah situs warisan dunia UNESCO,- dimulai sejak Minggu kemarin.
Baca juga: Setelah Terjangan Tauktae, Giliran Siklon Yaas Ancam India
"Kami harus mengevakuasi hampir setengah juta orang ke sekolah dan kantor pemerintah, yang telah diubah menjadi pusat topan untuk melindungi warga," kata Menteri Manajemen Bencana Benggala Barat, Javed Ahmed Khan.
Tim militer dan bencana telah dikerahkan untuk membantu persiapan dan operasi penyelamatan potensial.
Senin lalu, Topan Tauktae menghantam negara bagian Gujarat. Korban tewas akibat badai tropis tersebut sebanyak 155 orang.
Selain berhadapan dengan badai, India saat ini tengah kewalahan menghadapi gelombang kedua virus korona (covid-19). Total kematian akibat covid-19 di negara itu melampaui 300 ribu jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News