Mantan kepala keamanan nasional Korea Selatan Suh Hoon. (KIM KYUNG-HOON / POOL / AFP)
Mantan kepala keamanan nasional Korea Selatan Suh Hoon. (KIM KYUNG-HOON / POOL / AFP)

Eks Kepala Keamanan Nasional Korsel Ditangkap atas Pembunuhan di Perbatasan

Willy Haryono • 03 Desember 2022 20:05
Seoul: Korea Selatan (Korsel) menangkap seorang mantan kepala keamanan nasional atas kecurigaan menutup-nutupi peristiwa seputar pembunuhan seorang pejabat perikanan tahun 2020 oleh Korea Utara (Korut).
 
Presiden Korsel Yoon Suk-yeol memperluas penyelidikan ke dalam kasus yang sangat dipolitisasi itu, menyusul tuduhan bahwa pendahulunya salah menangani penyelidikan yang cenderung menguntungkan Korut.
 
Suh Hoon adalah pejabat tinggi pertama dari kantor kepresidenan mantan pemimpin Moon Jae-in yang ditangkap atas kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia dituduh telah memerintahkan penghancuran laporan intelijen demi menyembunyikan pembunuhan pejabat perikanan Lee Dae-jun, yang meninggal di dekat perbatasan laut yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara.
 
Mantan pejabat tinggi keamanan itu juga menghadapi tuduhan bahwa ia memanipulasi bukti untuk mendukung klaim kontroversial pemerintah Moon Jae-in bahwa mendiang pejabat perikanan itu berusaha membelot ke Korea Utara.
 
Hakim Kim Jeong-min dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Suh Hoon pada Sabtu ini, dengan mengutip alasan "keseriusan tingkat kejahatan, status tersangka, serta risiko penghancuran barang bukti."
 
Oktober lalu, mantan menteri pertahanan Suh Wook dan mantan kepala penjaga pantai Kim Hong-hee juga ditangkap atas kasus yang sama.
 
Presiden Yoon sangat kritis terhadap pendekatan eks presiden Moon Jae-in terhadap isu Korea Utara. Ia pernah menuduh Moon sebagai sosok yang berusaha menyenangkan Pyongyang.
 
Berbeda dari pendahulunya, Yoon terindikasi hendak bersikap lebih keras terhadap negara tetangganya tersebut.
 
Baca:  Korut Sempat Berusaha Menolong Pejabat Korsel di Perbatasan
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif