Warga Fiji mengantre untuk melakukan tes covid-19. Foto: AFP
Warga Fiji mengantre untuk melakukan tes covid-19. Foto: AFP

PM Fiji: Tidak Divaksin, Tidak Ada Pekerjaan!

Internasional Virus Korona fiji pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin AstraZeneca Varian Delta
Marcheilla Ariesta • 09 Juli 2021 16:08
Suva: Fiji mengumumkan rencana untuk mewajibkan vaksin covid-19 bagi semua pekerja. Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama mewajibkan seluruh pegawai negeri di sana untuk divaksinasi agar dapat memerangi wabah varian Delta.
 
Bainimarama menuturkan, semua pegawai negeri harus dapat dosis pertama pada 15 Agustus. Mereka akan diberhentikan jika tidak menerima dosis kedua pada 1 November mendatang.
 
"Tidak ada vaksinasi, tidak ada pekerjaan," tegas Bainimarama, dilansir dari AFP, Jumat, 9 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah yang dikatakan ilmu pengetahuan kepada kita. Vaksin yang paling aman saat ini dan itu menjadi kebijakan pemerintah yang ditegakkan melalui hukum," tegasnya.
 
Sementara itu, karyawan swasta harus mendapat vaksinasi pertama pada 1 Agustus. Jika tidak patuh, maka pekerja akan menghadapi denda besar, serta perusahaan diancam akan ditutup.
 
Kebijakan garis keras itu muncul di tengah frustrasi pemerintah atas meluasnya pelanggaran terhadap langkah-langkah keamanan virus seperti menjaga jarak sosial dan mengenakan masker. Tidak patuh protokol kesehatan menjadi faktor yang disalahkan atas lonjakan besar dalam infeksi.
 
Hingga April lalu, Fiji tidak mencatat kasus komunitas selama setahun. Namun, karena ada pelanggaran karantina, varian Delta menular sangat cepat.
 
Kini, negara di Pasifik Selatan itu mencatat lebih dari 700 kasus baru dalam sehari.
 
Sistem kesehatan yang tidak baik telah mencapai titik puncaknya. Rumah sakit terbesar di Suva, mengatakan kamar mayar mereka sudah dalam kapasitas penuh.
 
Bainimarama telah menolak seruan untuk mengunci seluruh negara, dengan alasan biaya ekonomi. Selain itu, susah menegakkan langkah semacam itu di pemukiman liar yang padat penduduk.
 
"Penguncian ketat, seperti yang diminta beberapa orang tidak dapat ditegakkan secara ketat di Fiji. Para ahli memberi tahu kami bahwa langkah itu tidak akan membunuh virus," tuturnya.
 
"Tapi lockdown hanya akan membunuh pekerjaan dan bisa membunuh masa depan negara kita," terang Bainamarama.
 
Namun, sang perdana menteri telah memberlakukan penguncian lokal di hotspot pandemi covid-19, termasuk ibu kota Suva. Langkah ini dilakukan sekalian meluncurkan program vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca.
 
Hampir 340 ribu orang dewasa telah menerima dosis pertama mereka.
 
"Rekan-rekan Fiji saya, akhir dari cobaan ini akan datang. Sampai itu terjadi, kita harus tetap waspada sampai lebih banyak dari kita yang terlindungi dengan vaksin, tetap memakai masker, dan jaga jarak fisik dengan orang lain," tegasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif